MAXStream TV Eksplorasi AI dalam Produksi Film, Rahasia Pernikahan Jadi yang Pertama

Maxstream TV

AI movie Rahasia Pernikahan MAXStream TV. (Foto: istimewa/telkomsel)

youngster.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai membuka peluang baru dalam industri kreatif, termasuk produksi film. Teknologi ini dapat membantu proses pengembangan visual, karakter, hingga penyusunan adegan, sementara kreativitas dan keputusan akhir tetap membutuhkan peran manusia.

Melihat peluang tersebut, MAXStream TV, platform video dari Telkomsel, menghadirkan film Rahasia Pernikahan sebagai film pertamanya yang mengintegrasikan pemanfaatan AI dalam proses produksi.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, mengatakan pemanfaatan teknologi perlu memberikan nilai bagi pelanggan sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan konten hiburan.

“Eksplorasi yang dilakukan melalui ‘Rahasia Pernikahan’ menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung proses kreatif sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pendekatan kreatif baru dalam menghasilkan konten dengan kreativitas dan penilaian manusia tetap menjadi fondasi utama,” ujar Kemas dikutip Senin (18/10/2026).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya MAXStream TV untuk menghadirkan pilihan hiburan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan serta memperkaya pengalaman menikmati konten digital.

Kemas juga menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam Rahasia Pernikahan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran kreator maupun pembuat film. “Pengembangan konsep, penulisan naskah, penentuan arah kreatif, penyuntingan, pengendalian kualitas, hingga persetujuan akhir tetap berada di tangan tim produksi,” ujarnya.

Di bawah arahan sutradara Agung Wicaksono, film berdurasi 56 menit ini terdiri atas 51 adegan dan dikerjakan selama dua bulan. Proses produksinya mengombinasikan penggunaan AI dengan arahan kreatif tim produksi untuk mendukung pengembangan visual dan penceritaan.

AI dimanfaatkan dalam sejumlah tahapan, mulai dari eksplorasi visual, pengembangan karakter dan lingkungan cerita, penyusunan storyboard, hingga visualisasi adegan. Meski demikian, setiap tahap tetap melalui proses kurasi, evaluasi, dan pengawasan kreatif agar hasil akhirnya sesuai dengan visi cerita.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version