youngster.id - Seiring pesatnya pertumbuhan konektivitas di ruang digital, menjaga kepercayaan atau digital trust menjadi tantangan krusial bagi ekosistem internet Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Penyedia Sertifikat Elektronik (PSrE) Privy menjalin kolaborasi strategis dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) guna memperkuat verifikasi identitas digital dan keamanan ekosistem domain .id.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Riset, Pengembangan, dan Pemanfaatan Identitas Digital di sela-sela forum tahunan ICANN87 Annual General Meeting di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali.
Langkah ini diambil di tengah maraknya ancaman kejahatan siber nasional. Laporan Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) mencatat sebanyak 32.535 URL terindikasi sebagai penyalahgunaan domain sepanjang Semester I 2026, termasuk 6.491 laporan kejahatan phishing.
CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi, menegaskan bahwa penipuan digital kini semakin canggih berkat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sehingga perlindungan masyarakat tidak bisa lagi hanya mengandalkan imbauan kewaspadaan pengguna semata.
“Penipuan digital semakin sulit dikenali karena pesan dan dokumen palsu dapat terlihat sama meyakinkannya dengan yang asli. Kepercayaan digital tidak bisa hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna. Kita membutuhkan mekanisme dan teknologi yang membantu membedakan komunikasi sah dari penipuan. Karena itu, kita perlu membangun ekosistem digital yang memungkinkan identitas dan komunikasi diverifikasi secara sistematis,” ujar Marshall, Jum’at (30/10/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus PANDI, Isnawan Aslam, menekankan pentingnya menjaga keamanan aktivitas digital, validitas data, serta pelindungan hak pemilik data seiring ekspansi infrastruktur internet Indonesia.
“Ke depan, tantangan internet bukan hanya bagaimana masyarakat dapat terhubung, tetapi juga bagaimana setiap aktivitas digital berlangsung dengan aman, datanya valid, dan hak pemilik data terlindungi. Melalui kolaborasi dengan Privy, kami ingin mendorong inovasi identitas digital yang memberikan nilai tambah bagi ekosistem domain .id, patuh pada UU Pelindungan Data Pribadi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat,” kata Isnawan.
Fasilitasi Penandatanganan Elektronik Lintas Lembaga dan Internasional
Selain merintis eksplorasi Verifiable Credentials dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi bersama PANDI, Privy turut memfasilitasi sejumlah prosesi penandatanganan elektronik strategis sepanjang gelaran ICANN87. Pertama, pada peluncuran domain tingkat kedua Aksara Nusantara yang mencakup aksara Bali, Jawa, dan Pegon, Privy memfasilitasi penandatanganan elektronik yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pengurus PANDI Isnawan Aslam dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta disaksikan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster.
Kedua, Privy memfasilitasi penandatanganan kerja sama antara PANDI dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terkait penguatan Domain Name System (DNS) Indonesia guna memperkokoh ketahanan infrastruktur internet nasional. Terakhir, pada ranah kemitraan internasional, Privy memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Collaboration antara PANDI dan National Internet Exchange of India (NIXI) yang mencakup kerja sama tata kelola internet, keamanan DNS, serta pengembangan kapasitas infrastruktur digital antarnegara.
Hingga saat ini, Privy telah mengelola lebih dari 72 juta pengguna tersertifikasi serta melayani 300.000 institusi dan korporasi. Melalui partisipasi aktif di forum ICANN87, Privy mempertegas kesiapan infrastruktur digital trust Indonesia dalam mendukung kolaborasi internasional serta penetrasi pasar global.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post