youngster.id - Perusahaan penyedia solusi percetakan sekuriti yang mencakup identitas, pembayaran, dan perlindungan merek, Jasuindo (PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk), semakin memperkuat posisinya di industri dokumen berkeamanan tinggi. Langkah perseroan beradaptasi di era digitalisasi ini diwujudkan melalui inovasi pengembangan dokumen sekuriti berbasis teknologi chip Radio Frequency Identification (RFID) guna memenuhi kebutuhan pasar akan dokumen yang aman dan terpercaya.
Teknologi RFID tersebut telah diimplementasikan pada sejumlah produk perseroan, mulai dari dokumen security printing hingga dokumen transportasi. Strategi ini diambil untuk merespons lonjakan permintaan dokumen identitas berfitur keamanan tinggi dari instansi swasta maupun pemerintah, seperti komponen paspor dan dokumen kelembagaan lainnya.
Direktur Utama Jasuindo, Allan Wibisono Oei, mengungkapkan bahwa optimalisasi pada lini bisnis sekuriti berbasis teknologi menjadi pendorong utama keberlanjutan ekspansi perseroan.
“Melihat realisasi hingga kuartal III tahun ini, kami sangat optimistis dapat menutup tahun buku 2026 dengan catatan kinerja yang solid. Fokus kami ke depan tetap pada penguatan segmen dokumen identitas serta penjajakan peluang baru baik dari sektor swasta dan pemerintah yang memperkokoh posisi perseroan di industri,” ujar Allan, Rabu (4/11/2026).
Dominasi Lini Sekuriti dan Peluang Pasar Digitalisasi
Penguatan fokus pada dokumen identitas terbukti menjadi motor utama operasional Jasuindo. Lini bisnis sekuriti berhasil menyumbang kontribusi dominan hingga 93,7% terhadap total operasional perseroan, atau dengan raihan nilai mencapai Rp1,5 triliun. Capaian pada lini sekuriti ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 26,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, lini bisnis non-sekuriti mencatatkan kontribusi sebesar Rp98,5 miliar.
Dari pemetaan pasar, penetrasi produk sekuriti Jasuindo masih mendominasi pasar domestik dengan nilai penyaluran mencapai Rp1,4 triliun. Di saat yang sama, perseroan juga mencatatkan jangkauan pasar ekspor dengan nilai raihan sebesar Rp201,4 miliar.
Secara akumulatif, lonjakan permintaan komponen paspor dan efisiensi operasional mendorong pertumbuhan total penjualan perseroan sebesar 23,5% YoY menjadi Rp1,6 triliun hingga periode September 2026. Sejalan dengan pergerakan operasional tersebut, perolehan laba bersih komptrehensif perseroan turut meningkat 36,2% YoY menjadi Rp230,1 miliar.
Ke depan, langkah integrasi teknologi chip RFID pada dokumen transportasi dan security printing diharapkan tidak hanya menjaga posisi JTPE di industri percetakan sekuriti nasional, tetapi juga menjawab tantangan era digitalisasi dokumen secara berkelanjutan. (*AMBS)
