Perusahaan Makin Selektif Investasi Teknologi, Ini Tren IT yang Dibidik pada 2027

startup teknologi Indonesia

Pengunjung pameran teknologi. (Foto: istimewa/ekraf)

youngster.id - Ketidakpastian ekonomi global mendorong perusahaan untuk lebih cermat dalam menentukan strategi pertumbuhan, termasuk dalam mengalokasikan anggaran teknologi. Investasi sektor teknologi tetap dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing, tetapi perusahaan kini perlu memastikan bahwa teknologi yang dipilih mampu menjawab kebutuhan bisnis dan memberikan hasil yang terukur.

Kondisi tersebut turut memengaruhi arah industri teknologi informasi (IT) di Indonesia menjelang 2027. Perusahaan tidak hanya mempertimbangkan kecanggihan teknologi, tetapi juga efisiensi biaya, tingkat pemanfaatan, dan potensi pengembalian investasi atau return on investment (ROI).

Chief Economist PermataBank Josua Pardede menilai, investasi IT masih berpeluang meningkat seiring kebutuhan digitalisasi di Indonesia. Namun, perusahaan diperkirakan semakin selektif dalam menentukan proyek dan menambah anggaran teknologi.

“Ketidakpastian geopolitik, pergerakan nilai tukar, serta arah kebijakan moneter  menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan pelaku usaha” ujarnya dikutip Kamis (22/10/2026).

Pandangan tersebut disampaikan dalam Golden Circle Club (GCC) Economic Outlook 2027 yang diselenggarakan PT Computrade Technology International (CTI Group). Mengusung tema “Managing Growth Through Technology Investments in a Volatile Economy”, forum tersebut mempertemukan para pemimpin bisnis IT untuk membahas prospek ekonomi dan strategi investasi teknologi menuju 2027.

Dinamika tersebut dapat memengaruhi biaya pendanaan, pengadaan perangkat, hingga keputusan ekspansi. Dalam situasi ini, perusahaan perlu mengevaluasi kembali prioritas investasi agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara optimal. Keputusan pembelian teknologi tidak cukup didasarkan pada tren pasar, tetapi perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional, kesiapan infrastruktur, dan manfaat yang ingin dicapai.

Menurut Josua, investasi IT akan terus meningkat seiring kebutuhan digitalisasi di Indonesia. Meski demikian, perusahaan dan penyedia solusi teknologi perlu memperhatikan utilisasi aset, kejelasan proyek, serta potensi pengembalian investasi sebelum menambah biaya.

“Investasi IT akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan digitalisasi di Indonesia. Karena itu, strategi pertumbuhan perlu tetap selektif, adaptif, dan berorientasi pada profitabilitas,” ujar Josua.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa strategi digitalisasi ke depan tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak teknologi yang diadopsi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, mengendalikan biaya, dan mencapai target bisnis.

Lima Area Teknologi yang Berpeluang Tumbuh pada 2027

Di tengah perubahan kondisi ekonomi, sejumlah bidang teknologi masih menawarkan peluang bagi perusahaan dan penyedia solusi IT. Josua menyoroti lima area yang dapat menjadi fokus.

Pertama, cybersecurity menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data dan sistem digital. Perusahaan perlu menjaga keamanan infrastruktur sekaligus mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu operasional dan kepercayaan pelanggan.

Kedua, teknologi data dan artificial intelligence (AI) membuka peluang untuk membantu perusahaan menganalisis informasi, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pengambilan keputusan. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan persoalan bisnis yang ingin diselesaikan agar manfaatnya dapat diukur.

Ketiga, layanan cloud memungkinkan perusahaan mengakses sumber daya komputasi sesuai kebutuhan. Pemanfaatannya dapat mendukung fleksibilitas operasional, tetapi pengelolaan biaya dan penggunaan sumber daya tetap perlu diperhatikan agar investasi berjalan efisien.

Keempat, modernisasi aplikasi atau application modernization membantu perusahaan memperbarui sistem lama agar lebih sesuai dengan kebutuhan operasional dan perkembangan teknologi. Upaya ini dapat mendukung integrasi sistem serta mempermudah pengembangan layanan digital.

Kelima, otomasi berpeluang membantu perusahaan mengurangi pekerjaan berulang dan mempercepat proses operasional. Dengan penerapan yang tepat, karyawan dapat lebih berfokus pada pekerjaan yang membutuhkan analisis, kreativitas, dan pengambilan keputusan.

Meski menawarkan peluang, kelima area tersebut tidak dapat diterapkan dengan pendekatan yang sama pada setiap perusahaan. Kebutuhan, skala operasional, kesiapan infrastruktur, dan target bisnis menjadi pertimbangan dalam menentukan solusi yang paling relevan.

Industri IT Perlu Memahami Kebutuhan Pelanggan

Dari perspektif industri, peluang bisnis teknologi tetap terbuka meskipun perusahaan menghadapi tekanan ekonomi dan tantangan pengadaan komponen. Namun, pelaku industri perlu memahami perubahan kebutuhan pasar agar solusi yang ditawarkan tidak sekadar mengikuti tren.

President Director PT Helios Informatika Nusantara, Royani Lo, menilai digitalisasi di sejumlah sektor, termasuk kesehatan, masih membuka peluang bagi industri IT. Ia menyoroti inisiatif seperti SatuSehat dan Satu Data Indonesia sebagai perkembangan yang perlu dicermati oleh pelaku industri.

Royani juga melihat meningkatnya ketertarikan terhadap AI sebagai peluang bisnis. Namun, ia menekankan bahwa penyedia solusi perlu memahami kebutuhan pelanggan sebelum menawarkan teknologi tertentu.

“Peluang tetap ada, tetapi sebagai pelaku bisnis, kita perlu memahami kebutuhan customer dan menyediakan solusi yang sesuai,” ujar Royani.

Menurutnya, kolaborasi antara CTI Group dan mitra bisnis juga penting untuk memperkuat pemahaman terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Pertukaran pengetahuan dapat membantu pelaku industri mengidentifikasi peluang baru sekaligus menyesuaikan solusi dengan kebutuhan pelanggan.

CEO CTI Group, Rachmat Gunawan, menambahkan bahwa perusahaan akan terus mendukung mitra melalui akses terhadap teknologi, solusi, dan keahlian yang relevan agar mereka dapat mengidentifikasi peluang serta menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan.

“Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kebutuhan pasar, CTI Group percaya bahwa kolaborasi yang kuat dan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version