youngster.id - Industri Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) di Indonesia kedatangan pemain baru yang siap memperketat persaingan pasar. PT Indonesia Digital Security (IDAS) memperkenalkan AkuSign, platform penyedia layanan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi yang telah mengantongi izin resmi dan berinduk pada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.
Kehadiran AkuSign di bawah naungan grup ASABA Innotech ini diproyeksikan akan meramaikan peta persaingan industri keabsahan digital nasional, bersanding dengan nama-nama besar yang sudah lebih dulu mapan seperti VIDA dan Privy.
Langkah strategis ini dideklarasikan dalam perhelatan “AkuSign Experience Day” di Jakarta. Melalui momentum tersebut, AkuSign turut menggandeng Asosiasi IT Indonesia (AITI) guna mempercepat edukasi dan adopsi TTE tersertifikasi sebagai pilar utama transformasi digital di sektor enterprise maupun instansi pemerintahan.
Hadirnya AkuSign menjadi angin segar di tengah meroketnya nilai ekonomi digital Indonesia yang juga diiringi oleh peningkatan risiko kejahatan siber. Modus operandi seperti penipuan berbasis Artificial Intelligence (AI), manipulasi dokumen elektronik lewat teknologi deepfake, hingga pemalsuan identitas digital kini menjadi tantangan berat bagi para pelaku bisnis.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah dan Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., menekankan pentingnya TTE tersertifikasi.
“Penerapan sistem keamanan yang kuat, perlindungan data, serta penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan digital,” ujar Sulistyo, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Hal senada diungkapkan oleh Martha Simbolon, S.T. dari Direktorat Keamanan Informasi Komdigi. Ia mengingatkan bahwa penggunaan TTE telah diatur ketat dalam UU ITE (UU No. 11 Tahun 2008 / UU No. 1 Tahun 2024).
“Konsekuensi tidak digunakannya TTE tersertifikasi dapat mengakibatkan kontrak elektronik batal demi hukum, proses pembuktian di pengadilan yang sulit, serta meningkatkan risiko serangan siber,” tegas Martha.
Banyak organisasi yang belum menyadari bahwa sekadar coretan gambar atau hasil scan tanda tangan di file PDF tidak memiliki kekuatan hukum yang sah.
Sebagai alternatif baru selain VIDA dan Privy, AkuSign datang membawa ekosistem teknologi mutakhir yang didukung penuh oleh infrastruktur cybersecurity milik ASABA Innotech. CEO ASABA Innotech, David Hartono, optimistis bahwa layanan ini relevan dengan kebutuhan efisiensi organisasi modern.
Untuk menjawab kebutuhan pasar, AkuSign menyediakan empat varian produk digital unggulan, yakni Sertifikat Pribadi yang ditujukan bagi kalangan profesional, eksekutif, dan pemangku kepentingan eksternal, serta Sertifikat Perusahaan yang dirancang khusus untuk kebutuhan penandatanganan dokumen legal atas nama korporasi.
Selain itu, terdapat pula Sertifikat E-Seal sebagai solusi otomatisasi pembubuhan segel digital untuk dokumen massal seperti invoice, kontrak, laporan keuangan, dan surat resmi. Rangkaian produk ini disempurnakan oleh fitur Bulk Signing Solution, sebuah sistem penandatanganan dokumen dalam jumlah besar secara terstruktur dan otomatis yang berjalan sesuai dengan workflow alur organisasi.
STEVY WIDIA
