Salesforce dan Anthropic Satukan Claude dengan Data dan Workflow Bisnis

Salesforce dan Anthropic

Area Vice President & President Director Salesforce Indonesia Andreas Diantoro. (Foto: stevywidia/youngster.id)

youngster.id - Penggunaan AI di dunia kerja mulai bergerak dari sekadar membantu menjawab pertanyaan atau membuat konten. Kini, agen AI diarahkan untuk memahami konteks bisnis, mengakses data, hingga menjalankan tindakan dalam workflow perusahaan.

Perubahan tersebut menjadi fokus kemitraan Salesforce dan Anthropic melalui Claudeforce. Kolaborasi ini menggabungkan kemampuan penalaran Claude dengan data, workflow, aturan bisnis, dan tata kelola Salesforce untuk menghadirkan pengalaman AI agentik di lingkungan kerja.

“Kami memadukan AI nomor 1 dengan CRM nomor 1 di dunia—menggabungkan keunggulan dari keduanya. Dengan memadukan kemampuan penalaran yang luar biasa dari Claude dengan data, alur kerja, dan tata kelola tepercaya yang digunakan perusahaan, kami menghadirkan antarmuka dinamis yang mampu berpikir, bernalar, dan bertindak,” ujar Marc Benioff, Chair & CEO Salesforce dikutip Selasa (1/9/2026).

Langkah awal kemitraan ini hadir melalui Salesforce in Claude. Ini adalah sebuah plugin dengan 37 keterampilan penjualan yang dapat membantu tenaga penjualan memahami konteks bisnis secara real-time. Termasuk memperbarui pipeline, hingga mengambil tindakan berdasarkan aturan organisasi langsung dari Claude.

“Beberapa kemampuan tersebut mencakup persiapan rapat, tinjauan kondisi transaksi, dan evaluasi pipeline. Claude juga dapat memanfaatkan informasi dari Salesforce, Slack, serta konektor lain untuk menghasilkan tampilan dan insight yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Marc.

Salesforce dan Anthropic melihat perkembangan ini sebagai perubahan dari penggunaan AI secara individual menuju AI yang menjadi bagian dari workflow tim.

Melalui Salesforce in Claude, pengguna tidak perlu terus berpindah antara aplikasi AI dan sistem CRM untuk menyelesaikan pekerjaan. Data dan tindakan tetap terhubung dengan Salesforce sehingga aturan bisnis dan izin akses organisasi tetap diterapkan.

“Salesforce in Claude menghadirkan kecerdasan terdepan yang sama ke dalam sistem tempat sebagian besar aktivitas komersial dunia berlangsung,” kata Dario Amodei, CEO & Co-Founder Anthropic.

Selain Salesforce di dalam Claude, integrasi juga bergerak ke arah sebaliknya. Claude tersedia di dalam Salesforce sebagai salah satu model penalaran untuk Agentforce, Agent Builder, dan sejumlah pengalaman AI lainnya.

Claude juga menjadi model bawaan untuk Slack. Integrasi tersebut memungkinkan tim menggunakan Claude dalam percakapan Slack sekaligus menghubungkan hasil diskusi dengan tindakan bisnis di Salesforce.

Dengan pendekatan ini, percakapan, data, dan tindakan tidak lagi berjalan sebagai aktivitas yang terpisah. AI dapat memahami konteks dari pembicaraan tim, membantu mengambil keputusan, kemudian menjalankan pekerjaan sesuai izin dan tata kelola perusahaan.

Meski agen AI mendapatkan kemampuan untuk menjalankan berbagai tugas, Salesforce dan Anthropic tetap menempatkan keamanan, izin akses, dan tata kelola sebagai bagian penting dari integrasi.

Salesforce in Claude saat ini tersedia bagi sejumlah pelanggan pilot dan dijadwalkan memasuki tahap beta terbuka pada September 2026. Keterampilan tambahan untuk kebutuhan penjualan juga akan mulai diluncurkan pada akhir 2026.

Kemitraan ini menunjukkan arah baru penggunaan AI di lingkungan perusahaan. Jika sebelumnya AI lebih banyak berperan sebagai kopilot pribadi, kini agen AI mulai diarahkan untuk menjadi bagian dari sistem kerja bersama yang dapat memahami konteks, bernalar, dan mengambil tindakan.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version