youngster.id - Tencent Cloud Enterprise (TCE) meluncurkan dua solusi utama, yakni Full-Stack Intelligent AI Suite dan Lite Deployment, dalam sesi AI-Powered Private Cloud for Global Markets pada ajang Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2026. Mengusung tema “Full-Stack Intelligence, Sovereign AI”, inovasi ini dirancang untuk memungkinkan sektor industri terregulasi (regulated industries) menjalankan teknologi agentic AI skala produksi di dalam batas kedaulatan data mereka sendiri.
Vice President Tencent Cloud, Kaibo Sha, menegaskan pentingnya kedaulatan dan lokasi pemrosesan data ketika kecerdasan buatan mulai terintegrasi secara mendalam dengan sistem inti perusahaan.
“Ketika sistem agen mulai menyentuh data bisnis inti dan memanggil sistem kritis, pertanyaannya bukan lagi seberapa kuat model tersebut, melainkan di mana data diproses, siapa yang mengoperasikan sistem, dan di atas fondasi apa agen tersebut berjalan. Kecerdasan full-stack adalah kapabilitas yang kami bangun, sedangkan sovereign AI adalah kedaulatan yang kami jaga,” ujar Kaibo, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Spesifikasi Full-Stack Intelligent AI Suite dan Efisiensi TokenHub
Full-Stack Intelligent AI Suite menjadi produk unggulan tahunan TCE yang menandai pergeseran dari full-stack cloud konvensional menuju full-stack intelligent cloud. Solusi ini mencakup empat lapisan fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Lapisan pertama adalah fondasi konvergensi komputasi, penyimpanan, dan jaringan.
Selanjutnya, lapisan kedua merupakan layanan model berbasis TokenHub yang berfungsi sebagai platform MaaS privat untuk layanan LLM. Lapisan ketiga terdiri dari runtime agent yang dilengkapi cloud-native sandbox, kontrol lalu lintas data keluar (egress control), serta kredensial identitas. Terakhir, lapisan keempat mencakup aplikasi agent yang siap diintegrasikan dengan berbagai sistem operasional perusahaan.
Platform MaaS TokenHub mampu mengonversi daya komputasi mentah menjadi layanan token yang terukur dan terisolasi bagi multi-penyewa (multi-tenant). Teknologi akselerasi bawaan platform ini mencatatkan throughput lebih dari 250.000 TPM (Tokens Per Minute) pada akselerator tunggal, tingkat cache hit di atas 90%, serta peningkatan throughput hingga 220% pada arsitektur silikon alternatif.
Arsitektur ini kompatibel dengan prosesor x86, ARM, serta multi-vendor akselerator, telah tervalidasi pada skala 10.000 GPU, serta menawarkan ketahanan kelas finansial dengan Recovery Time Objective (RTO) ≤ 2 menit dan Recovery Point Objective (RPO) = 0.
Kehadiran solusi ini memberikan jalan bagi sektor perbankan, keuangan, layanan kesehatan, hingga telekomunikasi untuk mengadopsi AI secara aman, efisien, dan patuh pada regulasi lokal. (*AMBS)
















Discussion about this post