youngster.id - Merespons maraknya serangan siber di Indonesia, Awanpintar meluncurkan pembaruan komprehensif pada platform peta ancaman digitalnya (digital attack map) yang dapat diakses secara publik melalui map.awanpintar.id.
Versi terbaru ini hadir dengan tampilan visual opsi 2D dan 3D, serta dilengkapi metrik Threat Intelligence yang dirancang untuk membantu praktisi IT, System Administrator, dan tim Security Operations Center (SOC) di Indonesia. Pembaruan ini menyajikan informasi Autonomous System Number (ASN) serta penyempurnaan data Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) beserta tingkat keparahannya.
CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, menjelaskan bahwa platform ini dirancang agar praktisi dapat bertindak cepat (actionable) dalam menangani insiden siber.
“Kini kami tidak hanya menampilkan CVE ID saja, tetapi juga menyertakan penjelasan singkat mengenai kerentanan tersebut beserta tingkat keparahannya. Praktisi IT dan CISO dapat langsung memahami anomali yang terjadi, menentukan prioritas penanganan, dan merumuskan langkah mitigasi secara lebih cepat berbasis data,” ujar Yudhi, Kamis (30/7/2026).
Melalui dasbor terbaru ini, pengguna dapat memantau indikator teknis secara real-time, seperti total serangan 24 jam terakhir, Top Attacker, Top Port, hingga analisis spesifik berbasis alamat IP.
Langkah ini diluncurkan seiring dengan meningkatnya lalu lintas serangan botnet, automated scanning, hingga credential attack yang menyasar port RDP, VNC, dan SSH. Awanpintar juga mendeteksi adanya pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) oleh peretas untuk mempercepat eksploitasi celah keamanan baru, sehingga kolaborasi dan penambalan (patching) sistem secara proaktif menjadi semakin krusial. (*AMBS)
