Revolusi Layanan Kesehatan, Monash University dan Kemenkes RI Luncurkan Perangkat Digital VDHIC

inovasi VDHIC

Revolusi Layanan Kesehatan, Monash University dan Kemenkes RI Luncurkan Perangkat Digital VDHIC (Foto: Istimewa)

youngster.id - Monash University bersama sembilan pakar kesehatan Indonesia resmi memperkenalkan Value-Based Digital Health Innovation Canvas (VDHIC). Perangkat inovasi digital terbaru ini dirancang untuk mempercepat reformasi kesehatan nasional dengan mengubah kebijakan digital menjadi solusi praktis yang berdampak langsung pada masyarakat.

Inisiatif ini dikembangkan melalui program Australia Awards Fellowships dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia (DFAT). VDHIC hadir sebagai panduan strategis bagi rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan di Indonesia untuk mengimplementasikan teknologi digital yang aman, terukur, dan berbasis nilai.

VDHIC dirancang khusus agar selaras dengan platform data kesehatan nasional, SATUSEHAT, serta mendukung sistem regulatory sandbox milik Kementerian Kesehatan. Perangkat ini menitikberatkan pada lima tujuan utama: kesehatan populasi, pengalaman pasien, kepuasan tenaga medis, efisiensi biaya, dan kesetaraan kesehatan.

Profesor Juliana Sutanto dari Monash University menjelaskan bahwa VDHIC mendorong perubahan paradigma dari sekadar kepatuhan pelaporan data menuju hasil kesehatan yang nyata.

“VDHIC membantu organisasi kesehatan memastikan teknologi dan data memberikan manfaat konkret bagi pasien dan sistem kesehatan secara keseluruhan,” ujar Juliana, dikutip Jum’at (13/3/2026).

Pengembangan VDHIC juga memberikan perhatian khusus pada wilayah Indonesia Timur yang memiliki tantangan infrastruktur digital. Dr. Arthur Mawuntu, penerima fellowship asal Sulawesi Utara, menekankan bahwa perangkat ini dirancang agar tidak menambah kerumitan bagi tenaga medis di daerah.

“Bagi kami di Indonesia Timur, kesehatan digital harus mampu meningkatkan mutu layanan dan mempertimbangkan tantangan konektivitas serta aspek kesetaraan,” tegas Dr. Mawuntu.

Pihak Kementerian Kesehatan menyambut baik kehadiran VDHIC sebagai pelengkap kebijakan regulatory sandboxing. Penasihat Ahli Teknologi Kesehatan Kemenkes, Setiaji, menyatakan bahwa perangkat ini memberikan panduan praktis agar setiap inovasi digital tetap mengedepankan tata kelola, keamanan, dan perlindungan data.

Setelah dipresentasikan pada Februari lalu, laporan akhir VDHIC akan segera diserahkan kepada Kementerian Kesehatan untuk diintegrasikan ke dalam program pengembangan inovasi kesehatan nasional.

.

STEVY WIDIA

 

Exit mobile version