Waspadai Psikosis AI, Ikuti Prinsip Aman Berinteraksi Dengan Teknologi Bot

chatbot AI

Fitur AI Lazzie chatbot di aplikasi Lazada. (Foto: istimewa/lazada)

youngster.id - Wall Street Journal menerbitkan laporan yang patut diperhatikan tentang dampak AI terhadap kesehatan mental dan bahkan kehidupan manusia. Para peneliti di Universitas Brown telah menemukan bahwa chatbot AI secara sistematis melanggar standar etika kesehatan mental: mereka menciptakan rasa empati palsu dengan frasa seperti “Saya mengerti Anda”, memperkuat keyakinan negatif, dan bereaksi secara tidak memadai terhadap krisis.

Dalam kebanyakan kasus, dampaknya pada pengguna bersifat marginal, tetapi kadang-kadang dapat menyebabkan tragedi.

Dalam kurun waktu Januari 2026 saja, Character.AI dan Google menyelesaikan lima gugatan yang melibatkan bunuh diri remaja setelah berinteraksi dengan chatbot. Di antara kasus-kasus ini adalah kasus Sewell Setzer, seorang remaja berusia 14 tahun dari Florida, yang bunuh diri setelah menghabiskan beberapa bulan secara obsesif mengobrol dengan bot di platform Character.AI.

Tragedi ini adalah peringatan bagi siapa pun yang mengintegrasikan AI ke dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Menurut perkiraan OpenAI sendiri, sekitar 0,07% pengguna ChatGPT mingguan menunjukkan tanda-tanda psikosis atau mania, sementara 0,15% terlibat dalam percakapan yang menunjukkan upaya bunuh diri yang jelas.

Di sisi lain, persentase pengguna yang sama (0,15%) menunjukkan tingkat keterikatan emosional yang tinggi terhadap AI. Meskipun ini tampak sebagai sebagian kecil dari satu persen, di antara 800 juta pengguna, ini mewakili hampir tiga juta orang yang mengalami beberapa bentuk gangguan perilaku.

Meskipun diagnosis “psikosis AI” belum menerima klasifikasi klinis tersendiri, para dokter sudah menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan pasien yang menunjukkan halusinasi, pemikiran yang tidak terorganisir, dan keyakinan delusi yang terus-menerus yang dikembangkan melalui interaksi chatbot yang intensif. Risiko terbesar muncul ketika bot digunakan bukan sebagai alat, tetapi sebagai pengganti koneksi sosial di dunia nyata atau bantuan psikologis profesional.

Agar Anda dan orang yang Anda cintai tetap aman saat berinteraksi dengan teknologi AI dan Bot, Kaspersky merekomendasikan prinsip-prinsip mendasar berikut:

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version