Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Telkom di Jalur yang Tepat untuk Menjadi Digital Telco

4 Juni 2020
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Bisnis Game di Indonesia Potensial

Joddy Hernady EVP Digital & Next Business Telkom, David Bangun CSO Telkom, Ririek Ardiansyah CEO Telkomsel, Siti Choiriana Direktur Consumer Service Telkom, Widi Nugroho CEO PT Metranet dalam acara Telkom Digisummit 2019. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kinerja dari PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sudah dalam jalur tepat. Terbukti dari pertumbuhan yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sekalipun demikian, penajaman bisnis harus terus dilakukan perseroan.

Acuviarta, Ekonom dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat mengatakan, berdasarkan rekapitulasi data terakhir ekonomi makro miliknya, pertumbuhan ekonomi makro Indonesia hanya tumbuh 2,97% namun pertumbuhan lapangan usaha TIK tumbuh 9,81% atau hampir double digit.

“Jadi, kalau kinerja Telkom terus moncer dalam beberapa tahun terakhir, saya kira memang tidak terlepas dari perkembangan bisnis digital, data, dan TIK yang Telkom kembangkan. Saya kira apa yang dilakukan manajemen sekarang sudah on the right track, kita bisa melihat di semua lini terus
tumbuh,” kata Acuviarta dalam keterangannya baru-baru ini.

Baca juga :   Sociolla Ajak Pelanggannya Kurangi Limbah dan Berkontribusi untuk Bumi

Telkom Group pekan lalu melaporkan pencatatan Laba Bersih 2019 Rp 18,66 Triliun, yang mana pertumbuhan signifikan pendapatan Digital Business Seluler (23,1%) dan pendapatan IndiHome (28,1%) menjadi Lokomotif Ppertumbuhan perseroan. Pada segmen Mobile, Telkom melalui entitas anak Telkomsel, masih mengukuhkan diri sebagai operator dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, yaitu 171,1 juta pelanggan dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 110,3 juta pelanggan.

Menurut dia, kemampuan PT Telkom meningkatkan pertumbuhan laba pada satu sisi, juga diikuti kinerja yang semakin baik dalam menekan biaya operasional. Prinsipnya, secara korporasi, potensi ekonomi di bisnis telekomunikasi mampu dikelola dan dimanfaatkan TLKM secara optimal, sehingga menjadi pendorong utama pendapatan dan laba perusahaan.

“Itu poin penting yang menjadi value utama bisnis Telkom. Saya juga menilai, dalam banyak hal, kondisi kinerja Telkom merefleksikan kondisi industri telekomunikasi secara nasional,” sambung Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan tersebut.

Baca juga :   Telkom Bagikan Dividen Interim 2016 Sebesar Rp1.9 Triliun

Hal senada disampaikan Luqman El Hakiem, founder aplikasi analisa saham TetraXchange sekaligus founder komunitas saham Teman Trader. Menurutnya, kinerja TLKM relatif baik dibandingkan emiten sejenis sekalipun sedang masa pandemi sekarang.

“Saat pandemi, saham TLKM sempat sentuh harga terendah Rp2.450, level ini terakhir dialami pada Minggu ke-2 Februari 2015. Walaupun terkoreksi tajam, tapi akhir pekan ini (akhir Mei 2020,red) sudah pulih ditutup di harga Rp3.150,” katanya.

Investasi TLKM ke anak perusahaan juga harus dipastikan terkendali dan tidak menggerogoti induk. Melalui cara ini, maka pertumbuhan EPS (Earning per Share) bisa lebih baik dari laporan keuangan 2019 sebesar 3,2%. “Secara umum, operasional Telkom bagus. Namun perlu segera penanganan, restrukturisasi untuk investasi ke anak perusahaan agar tidak jadi beban dan balik menjadi penunjang kinerja saham TLKM,” kata Luqman.

Baca juga :   Pertumbuhan GMV TaniHub Lampaui 200% Pada 2019

Sementara itu, Dimitri Mahayana, Dosen Sekoleh Teknik Elektro Informatika ITB, mengatakan, kinerja PT Telkom terus bertambah kuat karena selaras dengan karakter bisnis TIK yang simultan kenaikan kebutuhan masyarakat Indonesia ke layanan bisnis tersebut.

Menurut dia, posisi fundamental itu perlu dipertajam dengan fokus bisnis perusahaan pada tiga elemen utama penopang bisnis eksisting maupun masa depan. Yakni broadband, cloud, dan big data. Melalui cara ini, maka Telkom makin beranjak dari perusahaan operator telekomunikasi ke digital telecommunication company.

STEVY WIDIA

Tags: digital TelcoTelkom
Previous Post

Lenovo Legion Terbaru Janjikan Pengalaman Bermain Yang Optimal

Next Post

Cakap Jaring Pengguna Hingga Lima Kali Lipat Selama Pandemi

Related Posts

Layanan Digital Service dan Digital Platform
Technology

Kolaborasi Lintasarta dan Telkom Sediakan Layanan Digital Service dan Digital Platform

4 September 2025
0
Telkomsel Solution Day 2025, Dorong Inovasi dan Perkuat Sinergi Lintas Ekosistem
Technology

Telkomsel Solution Day 2025, Dorong Inovasi dan Perkuat Sinergi Lintas Ekosistem

21 Agustus 2025
0
Aplikasi Stunting Hub dari Telkom Permudah Posyandu Tekan Angka Stunting
Innovation

Aplikasi Stunting Hub dari Telkom Permudah Posyandu Tekan Angka Stunting

21 Maret 2025
0
Load More
Next Post
Cakap Wakili Indonesia di EdTech Asia Summit 2019

Cakap Jaring Pengguna Hingga Lima Kali Lipat Selama Pandemi

Kisah Startup Tidak Selalu Segemilang yang Terdengar

Agar Startup Tetap Atraktif di Tengah Pandemi

Wirausaha Kecil Perlu Perangkat Penangkal Serangan Cyber Crime

Schneider Electric dan AVEVA Perluas Kemitraan untuk Data Center

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version