Telkomtelstra Gelar DITA Journey 2018

Telkomtelstra perusahaan patungan milik Telkom dan Telstra. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Kebutuhan akan teknologi informasi menjadi lebih kompleks. Agar perusahaan bisa beradaptasi dengan lanskap bisnis yang selalu berubah Telkomtelstra menggelar kegiatan Digital Transformation (DITA) Journey 2018.

“Perusahaan Indonesia yang telah beralih ke solusi cloud sebagian besar melakukannya untuk meminimalisasi biaya operasional perusahaan dan mendapatkan keleluasaan dalam mengadopsi teknologi terbaru untuk optimalisasi bisnis tanpa harus mengeluarkan investasi besar untuk membeli perangkat keras baru,” kata Agus F Abdillah Chief Product and Synergy Officer Telkomtesltra dalam keterangannya baru-baru ini di Jakarta.

Data IDC Research menunjukkan bahwa operasi bisnis dan keterlibatan yang didorong oleh data serta informasi sebagai keunggulan kompetitif menjadi prioritas utama bagi para perusahaan di tahun 2018 dengan transformasi informasi dan transformasi model operasi sebagai tujuan utama transformasi digital tahun 2018. Dimana hal ini sejalan dengan penyelenggaraan DITA telkomtelstra 2018.

Untuk memungkinkan terjadinya transformasi digital, IDC melihat bahwa di tahun 2021 belanja perusahaan baik untuk layanan cloud maupun perangkat dan layanan pendukung cloud akan mencapai US$ 266 juta. Berbagai data ini menunjukkan transformasi digital, percepatan kegiatan bisnis, proses bisnis, kompetensi dan model usaha dengan inovasi cloud yang tepat menawarkan keuntungan-keuntungan yang sangat berpengaruh bagi bisnis saat perusahaan mulai bertransformasi.

Baca juga :   Telkomtelstra Dukung Digitalisasi Industri Financial

Ia menjelaskan akan ada empat seri dari DITA 2018. Seri pertama, membahas mengenai “Menjawab tantangan bisnis melalui penerapan solusi Cloud di Indonesia“ yang menyoroti bahwa teknologi cloud merupakan salah satu fondasi dari percepatan transformasi digital saat ini dan masa yang akan datang untuk mengejar efisiensi dan perubahan tren dunia bisnis.

Menurut Agus, perusahaan yang memiliki strategi dan implementasi terbatas untuk teknologi cloud mungkin menemukan diri mereka tidak dapat memenuhi permintaan pasar dalam jangka panjang. Sebaliknya, perusahaan yang mengadopsi strategi terdepan seperti implementasi Hybrid Cloud mampu mendapatkan keuntungan penuh dari teknologi cloud, baik private maupun public cloud.

Hybrid Cloud memungkinkan perusahaan untuk menjalankan workload mereka baik di public maupun pada private cloud secara tersinkronisasi. Berbagai layanan telah terbukti dapat dijalankan pada arsitektur Azure antara lain virtual desktop Citrix, SAP HANA, dan beragam aplikasi berbasis web seperti paperless office. Dengan mengkombinasikan Azure Public dan Azure Stack, strategi Hybrid Cloud dapat dioperasikan dengan seamless dan terstandarisasi.

Baca juga :   Porsi Belanja Digital Korporasi untuk Cloud Akan Naik

Aturan kedaulatan data juga dapat tetap dipenuhi dengan penerapan strategi Hybrid Cloud. Sebagai contoh, pelanggan dapat tetap menempatkan data mereka di private cloud di Indonesia sementara aplikasi mereka ditempatkan di lingkungan public. Selain itu perangkat lunak Microsoft PowerBI bisa menjawab kebutuhan pasar potensial solusi Hybrid Cloud Business Intelligence, yang memberikan manfaat dari kedaulatan data Azure Stack dikombinasikan dengan kemampauan skalabilitas Azure Public yang tinggi. Sehingga mampu mendukung dan mendorong inisiatif transformasi digital di Indonesia.

“Dengan Azure Stack Platform, telkomtelstra saat ini sudah menghadirkan Hybrid Cloud “glocal” pertama di Indonesia, yang saat ini sudah digunakan oleh beberapa pelanggan kami untuk memberikan solusi yang inovatif dan dapat dipercaya dalam mendukung usaha transformasi digital mereka,” pungkas Agus.

STEVY WIDIA