youngster.id - Berkembangnya industry kreatif telah membuat seni fotografi kini telah menjadi profesi yang menjanjikan. Saat ini, wedding photography, stage photography dan landscape photography merupakan bidang fotografi yang banyak dibutuhkan. Sebagai dukungan akan perkembangan fotografi di tanah air, Canon melalui PT Datascrip menggelar The EOS R Creators Workshop.
“Fotografi tak hanya menjadi sekadar hobi, tetapi juga merupakan profesi yang menjanjikan. Sebagai bagian dari Industri kreatif, profesi fotografi terus tumbuh. Dengan diselenggarakannya The EOS R Creators Workshop ini, kami berharap peserta yang hadir dapat menambah pengetahuan dan kemampuannya dalam menghasilkan karya-karya fotografi yang semakin berkualitas, terlebih dengan dukungan perangkat kamera yang canggih dari Canon,” kata Merry Harun Canon Division Director, PT Datascrip dalam keterangannya baru-baru ini.
Acara yang berlangsung pada 1 Desember 2018 di Thamrin Nine Ballroom menghadirkan wedding photographer kaliber internasional Roberto Valenzuela. Dia adalah fotografer asal Amerika Serikat telah mendapatkan lebih dari 100 penghargaan internasional atas karya-karya fotografi wedding dan portait-nya. Ia juga masuk ke dalam 50 fotografer wedding top dunia oleh Junebug Wedding. Roberto menjadi ketua dan juri Wedding and Portrait Photographers International (WPPI). Bukunya “Picture Perfect Practice” dan “Picture Perfect Posing” telah menjadi buku-buku pelatihan fotografi terlaris dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Selain sebagai fotografer profesional, Roberto juga memberikan seminar dan workshop fotografi tingkat internasional. Latar belakangnya sebagai seorang musisi memberikan keunikan tersendiri dalam perjalanannya mendalami fotografi. Dalam workshop tersebut, ia mengatakan kemampuan fotografi tidak muncul dengan sendirinya, namun perlu latihan dan belajar dari pengalaman. Menurutnya, kehadiran Canon EOS R menjadikan pekerjaannya lebih mudah dan membuka peluang-peluang kreatif baru yang tidak dapat dilakukannya sebelum menggunakan kamera ini.
Selain dari Roberto, sekitar 200 peserta acara ini juga berkesempatan menimba ilmu dari fotografer andal tanah air yaitu Ardianto tentang fotografi panggung, serta Sambodo yang berbagi tentang fotografi landscape dan budaya.
Para pembicara juga berbagi pengalaman menggunakan EOS R, kamera mirrorless full-frame pertama dari Canon yang dibekali dengan sensor CMOS 30,3 megapiksel, prosesor gambar DIGIC 8, dan teknologi Dual Pixel CMOS AF yang menghadirkan kecepatan fokus 0,05 detik.
Ardianto yang memiliki spesialisasi sebagai fotografer konser ini telah banyak makan asam garam serta dipercaya untuk mendokumentasi berbagai pertunjukan musik, baik artis lokal hingga dari mancanegara, seperti Iwan Fals, Tulus, Raisa, Metallica, Katy Perry, hingga terakhir Guns N’ Roses. Ia mengatakan dalam fotografi panggung dibutuhkan peralatan fotografi yang mumpuni, mulai dari kecepatan dan ketepatan fokus, kemampuan menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya, hingga teknologi nirkabel, dan hal tersebut ia dapatkan dengan kamera EOS R.
Sedang Sambodo, kecintaannya dengan alam sejalan dengan hobi fotografinya. Sambodo sering mengadakan perjalanan fotografi ke berbagai tempat di dalam dan luar negeri. Ia bahkan sampai tujuh kali ke Nepal untuk memotret landscape Himalaya. Pada kesempatan ini, Ia membagikan pengalamannya bagaimana teknologi dan kemampuan Canon EOS R membantunya mengambil gambar dan momen-momen terbaik saat berburu foto budaya dan landscape di lingkungan yang paling menantang sekalipun.
STEVY WIDIA
Discussion about this post