Selasa, 7 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Tiga Perubahan Perilaku Konsumen di Era Pandemi

2 November 2020
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Qoala

Chief Operating Officer (COO) Qoala, Tommy Martin dan Chief Executive Officer (CEO) Qoala Harshet Lunani. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sudah berlangsung lebih dari tujuh bulan. Salah satu dampaknya yakni adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Perusahaan teknologi asuransi Qoala mencatat, ada tiga perubahan perilaku konsumen yang nyata terjadi.

Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Qoala, Tommy Martin mengatakan, banyak kegiatan sehari-hari dilakukan secara online dan pemenuhan kebutuhan secara digital. Hal itu membawa perumbahan perilaku konsumen.

“Perubahan pertama, konsumen kini fokus pada hal yang sifatnya esensial dan penting dengan memikirkan value atas barang yang dibeli. Kedua, karena saat ini kegiatan berupa interaksi fisik tidak bisa dilakukan, adopsi digital sangat penting. Ketiga, kesehatan menjadi top of mind, muncul kekhawatiran terkait potensi penularan Covid-19 terhadap diri sendiri dan keluarga,” ungkap Tommy dalam webinar bertajuk ‘Pandemic Survival Kit: Asuransi dan Pengembangan Dana’ yang digelar akhir pekan lalu.

Tommy menjelaskan, perubahan perilaku konsumen juga berimplikasi pada industri asuransi. Jalur distribusi asuransi yang biasanya offline, otomatis terkena dampak karena adanya social distancing. Perusahaan asuransi harus menerapkan strategi digital agar konsumen tetap bisa mendapatkan akses terhadap produk asuransi.

“Di sini lah kemudian Qoala sebagai insurtech berperan. Kami membangun  teknologi dan bekerja dengan platform digital. Qoala membantu perusahaan asuransi untuk memasarkan produk asuransi secara online. Kerja sama ini juga meliputi pengembangan dan pemasaran produk asuransi yang cocok untuk kondisi saat ini, salah satunya asuransi Covid-19 dan perlindungan untuk UMKM,” kata Tommy.

Selain Tommy, yang menjadi narasumber dalam webinar ini yaitu Chief Marketing Officer Akseleran, Andri Madian dan Finance Director Great Eastern Life Indonesia, Fauzi Arfan.

Senada dengan Tommy, Finance Director Great Eastern Life Indonesia, Fauzi Arfan mengatakan, pandemi memberikan dampak pada pola hidup, sehingga risiko kesehatan semakin besar. Hal ini menegaskan pentingnya memiliki asuransi sebagai kebutuhan dasar untuk bertahan di situasi yang menantang ini.

“Sampai dengan hari ini, kondisi Covid-19 masih belum terkategorikan stabil atau terkontrol. Masyarakat masih dihantui perasaan cemas kapan pandemi Covid-19 ini berakhir. Tentunya diperlukan perlindungan dari berbagai risiko yang dapat terjadi baik risiko finansial maupun risiko kesehatan yaitu dengan memiliki proteksi asuransi untuk menghadirkan ketenangan pikiran,” tambah Fauzi.

Sedangkan Chief Marketing Officer Akseleran, Andri Madian menyampaikan, melalui platform fintech berbasis Peer to Peer (P2P) Lending diharapkan mampu memberikan alternatif pengembangan dana yang cocok bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Menurut Andri, Akseleran tidak hanya membuka akses permodalan seluas-luasnya kepada sebanyak mungkin pelaku usaha di negeri ini, namun juga tetap berusaha memberikan akses pendanaan kepada masyarakat dari mulai yang terbawah sampai yang teratas di mana setiap orang dapat memberikan pendanaan kepada berbagai usaha dengan nilai nominal mulai dari Rp 100 ribu dan imbal hasil yang diperoleh mencapai hingga 21% per tahun.

“Jadi melakukan pendanaan di Akseleran mulai dari kecil-kecilan dulu nggak apa-apa, mulai dari 100 ribu rupiah tapi mulainya sekarang karena ada efek waktu atau compounding interest sehingga semakin cepat memulai akan semakin besar keuntungan yang didapat. Selain itu, masyarakat yang masih banyak melakukan pekerjaannya dari rumah dan mau melakukan pendanaan di Akseleran semakin dimudahkan karena bisa melalui aplikasi dari smartphone-nya. Dan sebagian besar pinjaman yang ada di Akseleran sudah terproteksi oleh asuransi kredit juga beragunan sehingga tingkat risikonya terukur,” tambah Andri.

 

STEVY WIDIA

Tags: Akseleraninsurtechperilaku konsumenQoala
Previous Post

Satu Tahun Pengabdian Menteri BUMN Dorong BUMN untuk Gencar Berinvestasi Demi Value Creation dan Peningkatan Daya Saing

Next Post

100 Pelari Tempuh 86 KM Demi Bangun Sarana Air Bersih di Nusa Tenggara Timur

Related Posts

Igloo x Eazy Digital
Digital Business

Perkuat Pasar Asia Tenggara, Perusahaan Insurtech Igloo Akuisisi Eazy Digital

30 Juni 2026
0
Akseleran - AwanTunai
Digital Business

Diterpa Tekanan Finansial dan Kredit Macet, Kelangsungan Bisnis Akseleran dan AwanTunai Dipertanyakan

19 Juni 2026
0
startup insurtech
Technology

NTT DATA: Industri Insurtech Global Terancam Lonjakan Kerugian Siber US$700 Miliar

17 Juni 2026
0
Load More
Next Post
100 Pelari Tempuh 86 KM Demi Bangun Sarana Air Bersih di Nusa Tenggara Timur

100 Pelari Tempuh 86 KM Demi Bangun Sarana Air Bersih di Nusa Tenggara Timur

Urban Farming Bisa Menjadi Solusi Pertanian yang Berkelanjutan

Urban Farming Bisa Menjadi Solusi Pertanian yang Berkelanjutan

11 Anak Muda Raih SATU Indonesia Awards 2020

11 Anak Muda Raih SATU Indonesia Awards 2020

Discussion about this post

Recent Updates

Esports World Cup: Free Fire

3 Wakil Indonesia Siap Tanding di Esports World Cup Free Fire 2026

7 Juli 2026
Alibaba

Ekspansi Infrastruktur AI Global, Alibaba Umumkan Capaian Strategis Paruh Pertama 2026

7 Juli 2026
industri medtech Asia Pasifik

Bain & Company: Permintaan Alat Kesehatan Asia-Pasifik Diproyeksi Tembus US$132 Miliar pada 2030

7 Juli 2026
EasyCash MOJANG Chatpindar

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Digital, Easycash Luncurkan MOJANG dan ChatPindar

7 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Esports World Cup: Free Fire

3 Wakil Indonesia Siap Tanding di Esports World Cup Free Fire 2026

7 Juli 2026
Alibaba

Ekspansi Infrastruktur AI Global, Alibaba Umumkan Capaian Strategis Paruh Pertama 2026

7 Juli 2026
industri medtech Asia Pasifik

Bain & Company: Permintaan Alat Kesehatan Asia-Pasifik Diproyeksi Tembus US$132 Miliar pada 2030

7 Juli 2026
EasyCash MOJANG Chatpindar

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Digital, Easycash Luncurkan MOJANG dan ChatPindar

7 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version