Tiki JNE Gandeng Oracle Cloud Untuk Transformasi Digital

Tiki JNE Kolaborasi dengan Oracle. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) bekerja sama dengan Oracle Cloud untuk transformasi digital sekaligus peningkatan layanan konsumen. Salah satu fitur yang akan dikembangkan adalah pemantauan pengantaran kurir secara detail dengan notifikasi pada aplikasi My JNE.

Vice President of Technology JNE Arief Rahardjo menyatakan, JNE akan mengembangkan platform baru untuk track and trace pada pengiriman ekspres. “Ini memungkinkan konsumen untuk mengetahui tahap perjalanan pengiriman serta visibilitas untuk keseluruhan transaksi,” kata Arief dalam keterangannya baru-baru ini di Jakarta.

Dia menyebutkan, transaksi e-commerce sudah mencapai pelosok negeri dengan porsi 60% dari 20 juta pengiriman JNE setiap bulan. Sebanyak 300 penerbangan ke 514 destinasi di Indonesia juga menjadi faktor pengembangan bisnis dengan basis cloud.

Arief mengatakan sebagai perusahaan logistik ekspres, JNE terus melakukan efisiensi dalam kinerja internal perusahaan. “Digitalisasi JNE adalah evolusi untuk menghadapi tantangan bisnis,” katanya.

Kolaborasi dengan Oracle untuk analisis data secara digital juga menjadi salah satu terobosan untuk proyek besar JNE Mega Hub and Automation. Nantinya, sortir barang bakal dilakukan dengan mesin berbasis Artificial Intelegence. Namun, keseluruhan digitalisasi baru akan JNE luncurkan pada akhir tahun 2019.

Baca juga :   Promo dan Diskon Jadi Pemikat Utama Harbolnas 2016

Sementara itu, Cloud Platform Lead Oracle Rusly Askar mengungkapkan industri berubah cepat sehingga setiap perusahaan harus beradaptasi. “Pilihannya adalah kita terdisrupsi atau kita yang menggunakan disrupsi untuk berkembang,” ujarnya.

Dia mengklaim Oracle punya sistem autonomous database yang membuat mesin pintar untuk mengontrol sistem besar. Sehingga, JNE punya kesempatan untuk mengembangkan fungsi operasional lainnya.

Implementasi Oracle Cloud pada JNE sedang dalam tahap sinergi dalam infrastruktur teknologi. Inovasi ini dihadapkan dapat mengembalikan investasi teknologi dalam waktu tiga tahun.

STEVY WIDIA