Senin, 5 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Tingkat Inovasi Indonesia Naik

14 Juli 2018
in News
Reading Time: 1 min read
Pioneer, Pembangkit Listrik Tanpa Energi

Mahasiswa Unair buat inovasi pembangkit listrik tanpa energi. (Foto: Unair/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Global Innovation Index (GII) 2018 merilis laporan terbaru. Dalam laporan GII 2018 yang dirilis tiap tahunnya oleh Cornell University, INSEAD and the World Intellectual Property Organization (WIPO) ini menunjukkan Indonesia memperoleh nilai tinggi dalam enam dari tujuh kategori yang ditetapkan dalam GII.

Dalam laporan tersebut Indonesia menempati posisi ke-85 atau naik dua peringkat dari capaian tahun lalu. Penilaian tinggi tersebut, datang dari indikator institusi (97), pembangunan manusia dan penelitian (94), infrasturktur (82), kemajuan pasar (59), kemajuan bisnis (89), serta kreativitas output inovasi (71). Skor yang didapat Indonesia, masih di atas rata-rata negara dengan penghasilan menengah ke bawah.

Dalam catatan GII 2018, Indonesia tampil lebih baik dalam output inovasi daripada input inovasi. Tahun ini, peringkat Indonesia dalam input inovasi meningkat mencapai posisi ke-90, naik dari posisi ke-99 pada 2017 dan 2016.

Baca juga :   Startup Harus Sigap Berinovasi

Untuk output inovasi, Indonesia menempati peringkat ke-73 atau posisi yang sama dengan tahun lalu. Input inovasi merupakan berbagai sumber daya yang diperuntukkan dalam proses menciptakan inovasi, sementara output inovasi merupakan hasil yang diperoleh dari inovasi itu sendiri.

Naiknya Indonesia posisi dalam GII 2018, juga menjadikannya menempati posisi ke-13 dari 30 negara berpenghasilan menengah bawah dalam laporan yang diterbitkan oleh WIPO ini. Sementara itu, untuk kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan Oceania, Indonesia menempati posisi ke-14 dari total 15 negara.

Meski demikian, posisi Indonesia masih di bawah, Malaysia, Thailand, Vietnam, Brunei Darusalam, serta Filipina. Untuk top 10 besar negara paling inovatif, GII 2018 menempatkan Swiss di urutan pertama, disusul oleh Belanda, Swedia, Inggris, Singapura, Amerika Serikat, Finlandia, Denmark, Jerman serta Irlandia.

 

Baca juga :   Pertamina Ajak Gen Z Berinovasi di Youth Innovation Project 2021

STEVY WIDIA

Tags: Global Innovation Index (GII) 2018inovasi
Previous Post

Kulit Buah Mangga Jadi Bahan Pencegah Korosi

Next Post

E-Commerce Paling Top Versi iPrice

Related Posts

Telkom Gandeng UNAIR Perkuat Pengembangan AI Center of Excellence
News

Telkom Gandeng UNAIR Perkuat Pengembangan AI Center of Excellence

11 Desember 2025
0
Inovasi Tensimeter Berbasis AI Dapat Mengenali Potensi Risiko Stroke
News

Inovasi Tensimeter Berbasis AI Dapat Mengenali Potensi Risiko Stroke

23 Oktober 2025
0
Mahasiswa UII Buat Aplikasi Deteksi Keganasan Kanker Payudara
News

AstraZeneka Hadirkan Inovasi Terapi Kanker Payudara Sesuai Karakteristik Penyakit

15 Oktober 2025
0
Load More
Next Post
Blibli Tawarkan Solusi Belanja Grocery Lewat Bliblimart

E-Commerce Paling Top Versi iPrice

BCA Gandeng Avaya Untuk Tranformasi Layanan Perbankan Digital

BCA Gandeng Avaya Untuk Tranformasi Layanan Perbankan Digital

BEKRAF GAME PRIME 2017: Pertemukan Developer dan Konsumen Game Lokal

Bekraf Game Prime 2018 Angkat Pamor Pembuat Game Lokal

Discussion about this post

Recent Updates

Ternak Uang for Students

OJK Siapkan Aturan Baru Untuk Financial Influencer

5 Januari 2026
Appdome

Deteksi Ancaman Mobile Real Time, Appdome Luncurkan Agentic AI SecOps Agent

5 Januari 2026
Donasi Digital GoPay Capai Rp 63 Miliar

Ancaman Kejahatan Siber Melalui Kode QR Meningkat

5 Januari 2026
ITSEC Perluas Pengembangan Talenta di Bidang Keamanan Siber dan AI di Asia

ITSEC Perluas Pengembangan Talenta di Bidang Keamanan Siber dan AI di Asia

5 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Ternak Uang for Students

OJK Siapkan Aturan Baru Untuk Financial Influencer

5 Januari 2026
Appdome

Deteksi Ancaman Mobile Real Time, Appdome Luncurkan Agentic AI SecOps Agent

5 Januari 2026
Donasi Digital GoPay Capai Rp 63 Miliar

Ancaman Kejahatan Siber Melalui Kode QR Meningkat

5 Januari 2026
ITSEC Perluas Pengembangan Talenta di Bidang Keamanan Siber dan AI di Asia

ITSEC Perluas Pengembangan Talenta di Bidang Keamanan Siber dan AI di Asia

5 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version