Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Tren Belanja Online dan Offline Makin Terhubung

27 Januari 2018
in News
Reading Time: 1 min read
Daya Beli Masyarakat Diprediksi Menguat Pada 2018

Suasana di sebuah pusat belanja. (Foto: Ilustrasi/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkembang di ritel online karena penetrasi pengguna Internet semakin luas. Hasil riset Sitecore, saat ini tren belanja online dan offline makin saling terhubung.

“Kehadiran digital penting dalam perjalanan pelanggan ketika berbelanja,” kata Jon Post, Regional Sales Manager South East Asia Sitecore dalam keterangannya baru-baru ini di Jakarta.

Post mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkembang di ritel online karena penetrasi pengguna Internet semakin luas. Selain itu, penetrasi telepon pintar juga akan memengaruhi pertumbuhan mobile commerce.

“Peritel tradisional tidak bisa mengabaikan saluran digital tetapi juga banyak peluang bisnis dengan kehadiran digital,” katanya.

Menurutnya kehadiran secara offline dan online penting dalam memenuhi pengalaman pelanggan ketika berbelanja.“Omnichannel adalah keharusan saat ini dan sudah banyak brand yang melakukan saat ini,” kata Post.

Baca juga :   Grab Gandeng 10 Selebriti Indonesia

Dari data yang dihimpun Sitecore mengungkapkan lanskap perdagangan mengalami perubahan karena adanya teknologi. Berikut ada 5 perilaku belanja pelanggan di era digital :

1. Pengaruh digital sangat signifikan dalam perjalanan berbelanja pelanggan. Terdapat 84% pelanggan menggunakan digital unutk kegiatan berbelanja sebelum datang ke toko.

2. Pelanggan banyak melakukan riset secara daring. Rata-rata laman yang dibaca yaitu 7,56 di web sebagai bagian dari riset produk.

3. Peritel online kehilangan rata-rata 69% nilai penjualan karena biaya tidak terduga saat transaksi.

4. Pembelian di toko offline masih signifikan, data mengungkapkan baru 14,7% dari total penjualan ritel di Asia Pasifik yang dilakukan lewat platform dagang-el.

5. Integrasi data dan teknologi, ke depan adopsi teknologi kecerdasan buatan, sensor pembayaran mobile, realitas virtual, dan lainnya akan semakin meluas.

Baca juga :   Tren Belanja Online di Tokopedia pada Kuartal III 2023

 

STEVY WIDIA

Tags: belanja offlineSitecoretren belanja online
Previous Post

Modalku Cairkan Rp 1 Triliun Untuk UMKM

Next Post

Coenocyte, Media Sosial Berbasis Sains

Related Posts

belanja online Indonesia Timur
News

Ada Kenaikan Tren Belanja Online di Indonesia Timur

9 Oktober 2024
0
ShopTokopedia
News

Tren Belanja Online di Tokopedia dan ShopTokopedia Sepanjang Semester I 2024

13 Juni 2024
0
belanja ramadan
News

Tokopedia dan TikTok Siap Akomodasi Tren Belanja Sambut Ramadan 2024

29 Februari 2024
0
Load More
Next Post
Pertamina Olimpiade Sains 2016 : Kompetisi Teori dan Proyek Ilmiah

Coenocyte, Media Sosial Berbasis Sains

Greenhouse, Coworking Space Ramah Lingkungan

Greenhouse, Coworking Space Ramah Lingkungan

3 Penyedia Ojek Online  Resmi Kantongi Izin Operasional dan Berstiker di Jawa Timur

12 Provinsi Sudah Atur Kuota Armada Angkutan Online

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version