UMKM Harus Tingkatkan Kreativitas

Ibu Negara Joko Widodo dan Ketua Dekranas Mufidah Jusuf Kalla (tengah) pada Pameran KKI 2018. (Foto: BI/youngster.id)

youngster.id - Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) diminta untuk terus meningkatkan kreativitas pada era persaingan global saat ini. Termasuk memahami selera konsumen.

Hl ini disampaikan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada pembukaan Pameran Karya Kreatif Indonesia 2018. “Seiring dengan era persaingan global, pelaku UMKM harus terus meningkatkan kreativitas,” kata Ibu Negara di Jakarta Convention Center (JCC) yang dilansir laman BI, Minggu (23/7/2018).

Iriana menegaskan, para pelaku UMKM agar selalu memahami selera pasar sehingga produknya dicari konsumen. “Pelaku UMKM juga perlu terus mengembangkan metode pemasaran termasuk pemasaran dalam jaringan atau online,” katanya.

Ibu Negara ini juga menyebutkan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang banyak mempekerjakan orang. “UMKM mempekerjakan begitu banyak orang dan menjadi energi penggerak perekonomian daerah,” kata Iriana.

Hadir juga dalam pameran yang diikuti oleh pelaku UMKM binaan Bank Indonesia dari seluruh Indonesia itu Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koperasi dan UKM AA Puspayoga dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.
Pameran yang berlangsung 20-22 Juli 2018 itu juga diikuti sejumlah warganet dan blogger. Peserta pameran menempati sekitar 70 booth yang telah disiapkan panitia.

Baca juga :   Google Beri Kepribadian Pada Asisten Virtual

Selain itu digelar peragaan busana karya sejumlah disainer Indonesia bertaraf internasional seperti Denny Wirawan, Deden Siswanto dan Dian Pelangi. Para disainer itu mengembangkan mode pakaian dengan menggunakan kain hasil kerajinan para pelaku UMKM. Ibu Negara sempat mengundang sejumlah pelaku UMKM ke panggung untuk menceritakan pengalaman dalam pengembangan usahanya.

Di antara pelaku UMK itu adalah perajin kain Nurbaiti dari Lampung yang mengembangkan kain tapis. “Saya membuat kain tapis sejak kelas V SD, dibina oleh BI sejak dua tahun lalu,” katanya.

Ia juga mengaku mendapat pembinaan dari disainer Wignyo Rahardjo sejak beberapa waktu terakhir. Ia menyebutkan dengan mengikuti pameran ada peningkatan omzet yang signifikan dan akan meningkat dengan bertambahnya relasi bisnis. Selain itu dengan adanya pembinaan, pihaknya dapat menyelesaikan kain tapis dalam waktu sekitar setengah bulan, sementara sebelumnya harus 3 hingga 4 bulan.

STEVY WIDIA