youngster.id - Telkomsel mulai menggelar roadshow sosialisasi program “Telkomsel 5-Min Video Challenge” ke sejumlah kota dengan menghadirkan beberapa sineas ternama dan Key Opinian Leader (KOL) dari Indonesia. Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci menjadi tuan rumah penyelenggaran roadshow yang pertama.
“Kompetisi ini merupakan kesempatan bagi para filmmaker dan videomaker Indonesia yang ingin karyanya dikenal lebih jauh lagi hingga tingkat regional. Tema ‘Connecting Lives’ di kompetisi ini, kami rasa sangat sesuai dengan bisnis kami yang terus menjaga agar orang-orang dapat terus terhubung, dimana pertukaran informasi yang terjadi mendorong perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Nirwan Lesmana,  Vice President Brand and Communications Telkomsel.
Dihadiri sekitar 300 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa serta sejumlah komunitas pecinta film dari seluruh wilayah Jabotabek, roadshow sosialisasi di UPH Karawaci ini menghadirkan sineas berpengalaman Joko Anwar dan Arief Muhammad (pengelola akun @poconggg). Sebagai pembicara, mereka berbagi ilmu serta pengalaman dalam memproduksi sebuah karya konten video dengan durasi pendek, namun memiliki kualitas yang layaknya film layar lebar, baik dari segi teknis maupun alur cerita.
“Ajang Telkomsel 5-Min Video Challenge ini merupakan wadah yang tepat untuk mencari dan mendorong para film maker berbakat yang punya nilai kreatifitas tinggi agar dapat bersaing di tingkat global” imbuh Joko Anwar.
Kompetisi ini melibatkan sederetan nama yang tidak asing lagi di dunia perfilman nasional, seperti: Joko Anwar, Dee Lestari, Dennis Adhiswara, Anggy Umbara dan Monty Tiwa. Selain itu, Renny Fernandez, Arief Muhammad, dan Fajar Nugros sebagai KOL. Mereka akan berbagi ilmu dan pengalaman mengenai videomaking dalam serangkaian roadshow yang diadakan di enam kampus ternama, yaitu Universitas Pelita Harapan (25 Agustus), Institut Francais Indonesia Bandung (27 Agustus), Institute Seni Indonesia Yogyakarta (5 September), Universitas Airlangga (7 September), Universitas Udayana (9 September), dan ditutup di Universitas Indonesia (13 September).
Kompetisi ini merupakan tahap awal dari kompetisi video pendek yang digagas oleh Singtel Group, yang merupakan hasil kolaborasi para operator seluler yang tergabung dalam Singtel Group, yakni Singtel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), Airtel (India dan Afrika), Globe (Filipina), dan Telkomsel (Indonesia). Konten video yang menjadi pemenang kompetisi ini akan dipublikasikan dan bisa diakses oleh lebih dari 600 juta pelanggan seluler di Singtel Group.
Kompetisi ini terbagi menjadi kategori domestik dan regional, yang bertujuan untuk menghubungkan para pengguna seluler melalui konten video. Pada kompetisi lokal, operator seluler di masing-masing negara akan memberikan kesempatan kepada para pembuat film dan video pendek di setiap negara untuk saling berkompetisi dengan memanfaatkan video sebagai media kreatif.
Masing-masing operator seluler akan menyiapkan sebuah situs untuk para pembuat film dan video pendek  mengirimkan video berdurasi lima menit dengan tema “Connecting Lives”. Format durasi lima menit ini didesain agar konten video dapat dilihat dengan mudah di ponsel. Seluruh karya yang masuk akan melalui proses penilaian dari dewan juri serta mekanisme voting dari para pelangan untuk kemudian dipilih lima karya terbaik.
Pemenang utama akan memperoleh hadiah uang tunai senilai Rp 50 juta, sementara untuk pemenang kedua akan memperoleh hadiah uang tunai senilai Rp 25 juta. Selain itu, dua karya terbaik ini akan diikutsertakan pada kompetisi regional.
Dua video terpilih dari masing-masing negara atau total 14 video akan diperlombakan dalam kompetisi tingkat regional. Pemenang utama dan pemenang kedua akan diumumkan dalam acara grand final yang diadakan pada 21 November 2016 di Bangkok, Thailand. Pemenang utama akan memperoleh hadiah senilai USD 30.000, sementara pemenang kedua akan mendapatkan hadiah senilai USD 15.000.
Pemenang tingkat regional juga akan memperoleh kesempatan untuk memasarkan video mereka melalui berbagai platform video dan layanan lainnya yang dimiliki masing-masing operator kepada lebih dari 600 juta pelanggan seluler Singtel Group yang tersebar di tujuh negara di Asia, Afrika, dan Australia.
 FAHRUL ANWAR
Discussion about this post