youngster.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama COSMAX Indonesia resmi menandatangani perjanjian kerja sama penelitian bertajuk Nusantara Skin Microbiome Map. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan industri kosmetik nasional berbasis sains dan data.
Direktur Utama COSMAX Indonesia, Cheong Min-kyoung, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi strategis ini. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong inovasi kosmetik masa depan melalui riset mendalam.
“Sinergi antara industri dan lembaga riset nasional menjadi kunci dalam menghadirkan solusi kecantikan yang lebih efektif, terukur, dan sesuai kebutuhan konsumen Indonesia,” ujar Cheong, Selasa (24/2/2026).
Program riset ini bertujuan memetakan profil mikrobioma kulit perempuan Indonesia pada kondisi kulit sehat maupun acne-prone. Studi akan melibatkan 410 partisipan yang tersebar di tiga kota besar di Pulau Jawa, yakni Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya.
Melalui pendekatan ilmiah yang komprehensif, penelitian ini diharapkan menghasilkan library database mikrobioma kulit yang representatif bagi populasi Indonesia. Database tersebut akan menjadi referensi penting dalam pengembangan bahan baku kosmetik berbasis mikrobioma yang lebih presisi dan sesuai dengan karakteristik kulit masyarakat Indonesia, khususnya untuk kulit normal dan acne-prone.
Inisiatif ini juga sejalan dengan tren global industri kecantikan yang semakin menekankan konsep personalized beauty berbasis riset ilmiah dan data.
Dari pihak BRIN, kerja sama ini dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat pertukaran pengetahuan antara peneliti dan industri, sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam peta riset kosmetik global. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran ilmiah, tetapi juga membuka peluang hilirisasi riset yang berdampak langsung bagi industri kecantikan nasional.
Melalui penandatanganan perjanjian ini, BRIN dan COSMAX Indonesia menegaskan komitmen membangun kemitraan jangka panjang guna mendorong inovasi kosmetik berbasis sains, memperkuat ekosistem riset nasional, serta meningkatkan daya saing industri kecantikan Indonesia di tingkat global.
HENNI S.



















Discussion about this post