youngster.id - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Cargill memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan melalui Program Rumah Kompos 5R di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini menerapkan pendekatan Reduce, Reuse, Recycle, Replant, dan Refuse (5R) untuk mengolah sampah organik masyarakat menjadi kompos yang dimanfaatkan secara lokal.
Perwakilan Cargill Indonesia, Stephanie Sajuti, menyatakan bahwa keterlibatan berkelanjutan dengan institusi akademik, pemerintah, dan komunitas lokal menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
“Inisiatif ini juga dirancang untuk mendukung prioritas nasional serta tujuan keberlanjutan yang lebih luas,” kata Stepanie, Sabtu (21/2/2026).
Program Rumah Kompos 5R diluncurkan pada 2022 dengan model berbasis komunitas. Cargill bekerja sama dengan mitra setempat untuk mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber serta meningkatkan praktik pengomposan di tingkat masyarakat. Inisiatif ini bertujuan mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir sekaligus memberdayakan warga sekitar.
Sejak berjalan, program tersebut telah mengolah lebih dari 325.000 kilogram limbah organik yang berasal dari arang sekam padi, kulit biji kakao, rumput, serta limbah organik basah lainnya. Seluruh material diolah menjadi kompos yang kemudian digunakan di lahan percontohan milik Cargill dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Selain limbah organik, program ini juga menangani sampah anorganik. Lebih dari 19.000 kilogram sampah berupa kertas, plastik, dan logam telah disalurkan ke sejumlah bank sampah lokal, seperti BSI Guyub Rukun Manyar Sidorukun, BSI Samusi Manyarsidomukti, dan BSI Berseri Manyarejo Sidorukun, untuk didaur ulang dan digunakan kembali.
Untuk memastikan kualitas dan manfaatnya, kompos yang dihasilkan melalui Rumah Kompos 5R telah melalui proses pengujian bekerja sama dengan institusi terkait. Lahan percontohan juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan praktik langsung bagi anggota masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Wakil Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Mukhammad Muryono, menilai inisiatif ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah.
“Melalui kerja sama teknis dan pertukaran pengetahuan, program serupa dapat direplikasi untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab di Indonesia,” ujarnya.
Di luar Gresik, Cargill juga mendorong upaya pengurangan dan daur ulang sampah di berbagai wilayah operasionalnya di Indonesia dengan menggandeng mitra lokal. Perusahaan fokus pada penerapan praktik penanganan sampah yang aplikatif serta peningkatan kesadaran masyarakat, sejalan dengan komitmen membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Sebagai pengakuan atas keberhasilan program tersebut, Cargill meraih Gold Award pada ajang Indonesia Sustainable Development Goals Awards (ISDA). Penghargaan ini diberikan atas kontribusi Program Rumah Kompos 5R sebagai praktik terbaik nasional dalam upaya pengurangan sampah yang mendukung pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs).
HENNI S.














Discussion about this post