youngster.id - Sektor ritel Jakarta terus beradaptasi di tengah perubahan perilaku konsumen yang mengarah pada konsep “outdoor is the new indoor”. Pusat perbelanjaan dengan pendekatan berbasis pengalaman (experience-led retail), ruang inovatif, serta kurasi tenant yang kompetitif menjadi pemenang dalam fase pemulihan pasar ritel saat ini.
Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, menyatakan transformasi ritel Jakarta bergerak menuju era experience-led retail.
“Konsep yang mampu menghadirkan open-air lifestyle, social space, serta kurasi tenant yang relevan terbukti lebih resilien dalam fase pemulihan pasar. Sementara itu, kesiapan omnichannel perlu terus dikembangkan karena bangunan fisik ritel merupakan bagian dari ekosistem online retail,” ujar Willson, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Pertumbuhan paling menonjol terjadi pada segmen makanan dan minuman (FnB). Sejumlah merek ritel FnB global dan regional melakukan ekspansi di Jakarta sepanjang 2025, seperti Chagee, Sushiro, dan Sancha. Ekspansi ini mencerminkan ketahanan sektor FnB di tengah dinamika industri ritel.
Hingga akhir 2025, performa ritel masih menunjukkan variasi berdasarkan segmentasi pasar. Ritel premium relatif lebih kuat dengan masuknya tenant baru dari sektor FnB, fashion, dan lifestyle. Sebaliknya, ritel kelas menengah ke bawah masih mengalami tekanan dan perlu melakukan penyesuaian untuk meningkatkan tingkat hunian.
Tren bifurkasi atau kesenjangan kinerja antara ritel kelas menengah atas dan menengah bawah semakin terlihat. Ritel premium dengan kualitas bangunan dan desain yang baik, tenant mix yang kuat, serta lokasi strategis mencatat tingkat kunjungan yang lebih stabil. Kondisi ini mendorong terjadinya fenomena flight to quality, yakni pergeseran minat tenant dan konsumen dari pusat perbelanjaan kelas menengah ke bawah menuju ritel premium.
Meski demikian, ketangguhan dan kemampuan adaptasi para pelaku ritel sepanjang 2025 mulai membuahkan hasil. Rata-rata tingkat okupansi pusat perbelanjaan meningkat tipis, meskipun segmen menengah ke bawah masih terus berupaya memperbaiki performa.
Berdasarkan data kinerja sektor ritel pada semester II 2025: Total pasokan mal di Jakarta naik 1% secara tahunan menjadi 4.377.690 meter persegi, dengan hadirnya dua mal baru di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Rata-rata tingkat okupansi berada di kisaran 77,9%, meningkat tipis dibandingkan awal tahun. Rata-rata harga sewa naik sekitar 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Setidaknya tiga pusat ritel baru direncanakan masuk hingga 2026 di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Tenant baru sepanjang 2025 didominasi sektor FnB, fashion, beauty, lifestyle, dan sportswear.
Dengan tren ini, sektor ritel Jakarta diproyeksikan akan semakin mengarah pada konsep pusat perbelanjaan berbasis pengalaman dan gaya hidup, seiring upaya pelaku industri menjaga daya saing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat urban.
HENNI S.
