youngster.id - Sampoerna University sukses menggelar TEDxSampoernaUniversity 2026 bertema “AfterAll: What Remains Beneath” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Memasuki tahun keenam, acara ini menghadirkan delapan pembicara terkemuka untuk menginspirasi Gen Z Indonesia dalam membangun nilai diri di era disrupsi.
Dua sosok utama yang mencuri perhatian adalah Edward Tirtanata (CEO & Founder Kopi Kenangan) dan sutradara film Naya Anindita. Keduanya membagikan perspektif mendalam mengenai keberanian menghadapi kegagalan dan pentingnya kejujuran dalam berkarya.
Membawakan topik ‘Behind the Pitch: The Power of Resilience in Innovation’, Edward Tirtanata menceritakan jatuh bangun membangun Kopi Kenangan selama sembilan tahun. Ia menekankan bahwa resiliensi adalah kunci utama sebuah brand untuk bertahan dari hantaman pandemi hingga tekanan inflasi.
“Kami memilih membangun kembali dari dalam, mulai dari menyusun ulang strategi hingga memperketat fokus pada identitas brand. Sebagai founder, saya tidak akan berhenti berusaha menjadi versi yang lebih baik,” ujar Edward, dikutip Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, sutradara Naya Anindita berbagi perjalanan seninya lewat topik ‘Why Real Beats Perfect’. Naya menekankan bahwa mengejar kesempurnaan tidak akan ada ujungnya, sehingga kejujuran dan keberanian menjadi diri sendiri jauh lebih berharga.
“Kegagalan itu manusiawi. Daripada berusaha untuk tidak gagal, lebih baik belajar menerimanya karena dari situlah kita tumbuh,” ungkap Naya.
Penyelenggaraan TEDx ini selaras dengan visi Sampoerna University dalam membekali mahasiswa dengan kurikulum berstandar Amerika Serikat (AS) yang mengedepankan berpikir kritis dan adaptif untuk bersaing di panggung global.
STEVY WIDIA
