Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News VARIOUS

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

19 Januari 2026
in VARIOUS
Reading Time: 2 mins read
penipuan digital

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Risiko terbesar dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) saat ini terletak pada sifatnya yang bersifat dual-use atau memiliki dua tujuan. Di satu sisi, teknologi ini dimanfaatkan secara luas oleh pelaku usaha dan layanan publik. Namun di sisi lain, AI juga semakin banyak digunakan untuk mengotomatisasi phishing, penipuan, hingga penyebaran malware dalam skala besar.

Ancaman tersebut dinilai semakin mendesak bagi Indonesia. Tingginya ketergantungan masyarakat pada aplikasi pesan instan, platform e-commerce, serta layanan publik digital membuat Indonesia menjadi target empuk kejahatan siber berbasis AI. Sejumlah peringatan pemerintah sebelumnya juga mengungkap peredaran aplikasi ChatGPT palsu yang dimanfaatkan untuk menyebarkan malware dan menjalankan kampanye phishing.

Indikator dari Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber Nasional (CSIRT) menunjukkan kemunculan ancaman bergaya agen AI, termasuk phishing yang semakin canggih dan berpotensi mencuri data pribadi serta kredensial keuangan masyarakat.

Baca juga :   XLSMART Integrasikan Pusat Operasi Jaringan Terpadu Customer Experience dan Service Operation Center

Riset Palo Alto Networks Unit 42 bertajuk The Dual-Use Dilemma of AI: Malicious LLMs mengungkap maraknya penggunaan large language models (LLM) berbahaya atau dikenal sebagai dark LLMs. Model seperti WormGPT, FraudGPT, dan KawaiiGPT dilaporkan diperjualbelikan secara terbuka melalui Telegram dan forum dark web.

“Keberadaan model AI tanpa pengaman ini secara signifikan menurunkan hambatan teknis bagi pelaku kejahatan siber, baik dari sisi keahlian maupun waktu, untuk melancarkan serangan berskala besar dan terlokalisasi,” ujar pihak Palo Alto Networks dalam keterangannya, dikutip Senin (19/1/2026).

Unit 42 menilai penggunaan LLM berbahaya berpotensi mengubah lanskap kejahatan siber di Indonesia dalam tiga aspek utama. Pertama, kemampuan AI menghasilkan bahasa yang sangat presisi memungkinkan pelaku membuat pesan phishing dan penyusupan email bisnis yang tampak meyakinkan, termasuk meniru gaya komunikasi pimpinan perusahaan, institusi keuangan, maupun lembaga pemerintah.

Baca juga :   Sinergi Lintas Industri Dapat Mendorong Kemajuan Ekonomi Digital

Kedua, teknologi AI mendorong komersialisasi kejahatan siber dengan kemampuan menghasilkan malware, phishing kits, dan skrip pencurian data secara instan, yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pelaku dengan keahlian teknis tinggi. Ketiga, hilangnya hambatan teknis membuat kejahatan siber semakin terdemokratisasi, memungkinkan pelaku berkemampuan rendah menjalankan penipuan dan pemerasan digital secara cepat, murah, dan masif.

Sebagai contoh, WormGPT disebut mampu menghasilkan konten penipuan dalam Bahasa Indonesia yang fasih dan kontekstual, sehingga serangan phishing dan social engineering melalui email maupun aplikasi pesan menjadi semakin sulit dikenali oleh korban.

Unit 42 menekankan pentingnya peran pembuat kebijakan dalam menetapkan standar dan kerangka kerja yang mengatur proliferasi model AI berbahaya, termasuk kewajiban audit keamanan secara berkala. Seiring penyusunan peta jalan AI nasional, tantangan utama Indonesia dinilai bukan membatasi penggunaan AI, melainkan membangun ketahanan keamanan siber terhadap serangan berbasis AI yang bergerak cepat dan berskala besar.

 

Baca juga :   Dorong Anak Muda Jadi Talenta Siap Industri, Nestlé Indonesia dan Pemkab Karawang Gelar Program GEMILANG

Pendekatan prevention-first dengan mengintegrasikan praktik AI yang aman ke dalam tata kelola dan strategi pertahanan siber dinilai krusial agar manfaat inovasi AI dapat dimaksimalkan tanpa meningkatkan risiko digital. Kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan sektor swasta pun dianggap diperlukan untuk memastikan praktik AI yang aman tertanam dalam kerangka tata kelola nasional.

.

STEVY WIDIA

Tags: Ancaman AIPalo Alto Networks Unit 42penipuan digital
Previous Post

Startup Travel AI SPUN Raih Pendanaan Awal US$1,8 Juta untuk Ekspansi Asia Tenggara

Next Post

Kasus Penipuan Digital Capai Rp9 Triliun, Privy Perkuat Keamanan dengan Sertifikasi Internasional

Related Posts

Privy
STARTUP

Kasus Penipuan Digital Capai Rp9 Triliun, Privy Perkuat Keamanan dengan Sertifikasi Internasional

19 Januari 2026
0
penipuan digital
VARIOUS

VIDA: Mayoritas Penipuan Digital Berawal dari Lemahnya Verifikasi Identitas

17 Desember 2025
0
IM3 Punya Fitur Otomatis Untuk Tangkal Penipuan Digital di Ponsel
News

IM3 Punya Fitur Otomatis Untuk Tangkal Penipuan Digital di Ponsel

11 Agustus 2025
0
Load More
Next Post
Privy

Kasus Penipuan Digital Capai Rp9 Triliun, Privy Perkuat Keamanan dengan Sertifikasi Internasional

Smart City Command Center

Sinar Mas Land Gandeng NEC Bangun Smart City Command Center di Kota Deltamas

Discussion about this post

Recent Updates

Smart City Command Center

Sinar Mas Land Gandeng NEC Bangun Smart City Command Center di Kota Deltamas

19 Januari 2026
Privy

Kasus Penipuan Digital Capai Rp9 Triliun, Privy Perkuat Keamanan dengan Sertifikasi Internasional

19 Januari 2026
penipuan digital

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

19 Januari 2026
Startup Travel AI SPUN

Startup Travel AI SPUN Raih Pendanaan Awal US$1,8 Juta untuk Ekspansi Asia Tenggara

19 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Smart City Command Center

Sinar Mas Land Gandeng NEC Bangun Smart City Command Center di Kota Deltamas

19 Januari 2026
Privy

Kasus Penipuan Digital Capai Rp9 Triliun, Privy Perkuat Keamanan dengan Sertifikasi Internasional

19 Januari 2026
penipuan digital

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

19 Januari 2026
Startup Travel AI SPUN

Startup Travel AI SPUN Raih Pendanaan Awal US$1,8 Juta untuk Ekspansi Asia Tenggara

19 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version