youngster.id - Eramet Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) meluncurkan LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) di Ternate. Program ini dirancang untuk mendukung UMKM perempuan ultra mikro lokal melalui pendekatan terpadu yang mencakup pelatihan, pendampingan (mentoring), serta akses permodalan. Guna memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet menyampaikan bahwa program ini merupakan perpanjangan dari program LAKSMI yang diluncurkan di Jakarta pada September 2024. Inisiatif ini merupakan bagian dari program global Women for Future milik Eramet. Tujuannya mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan di negara tempat perusahaan global di sektor pertambangan dan metalurgi asal Prancis ini beroperasi.
Pemilihan Ternate sebagai salah satu wilayah implementasi didasari oleh potensi besar pelaku usaha perempuan di Maluku Utara, khususnya di sektor ultra mikro, yang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap pelatihan usaha, pemanfaatan teknologi digital, pendampingan berkelanjutan, serta akses pembiayaan. Sebagai pusat aktivitas ekonomi di Maluku Utara, Ternate memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan ekonomi lokal.
“Maluku Utara memiliki tempat yang istimewa bagi kami. Wilayah ini tidak hanya menjadi lokasi operasional Weda Bay Nickel, tetapi juga menjadi komunitas yang ingin kami dukung seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya,” kata Jérôme dikutip dari keterangan pers, Jumat (23/1/2026).
Menurut Jérôme program ini sejalan dengan komitmen besar Eramet dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Program LAKSMI hadir tidak hanya untuk pada meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga pada menguatkan kepercayaan diri, jejaring, serta perluasan akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate,” katanya.
Sementara itu, Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam juga menyampaikan bahwa implementasi awal Program LAKSMI di Jakarta berhasil melampaui target awal. Sebanyak 460 UMKM perempuan berhasil menyelesaikan pelatihan daring berbasis ChatBot dari target 400 peserta. Lebih dari 190 peserta kemudian mengikuti sesi MasterClass lanjutan dengan tingkat penyelesaian mencapai 82%, melampaui target sebesar 80%.
Program ini juga berhasil menjaring 100 UMKM perempuan untuk mengikuti sesi mentoring lanjutan, serta mencatat lebih dari separuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan.
“Program LAKSMI adalah bentuk komitmen bersama YCAB Foundation dan Eramet Indonesia untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian, melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan konteks lokal,” ungkapnya.
Pada tahapan implementasi di Ternate, program LAKSMI akan memberikan pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital kepada 200 pelaku usaha perempuan ultra mikro. Di akhir program, 25 peserta terpilih akan menerima hibah usaha yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan. Proses seleksi dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain peningkatan pengetahuan, partisipasi aktif, keterampilan digital, serta komitmen dalam mengembangkan usaha.
“Kolaborasi ini mendukung perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate dengan intervensi yang meningkatkan kepercayaan diri, pengetahuan bisnis, serta keterampilan finansial dan digital untuk mendukung usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika usaha perempuan berkembang, dampaknya akan dirasakan oleh keluarga, komunitas, dan perekonomian daerah,” kata Veronica lagi.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat ekosistem UMKM perempuan di Maluku Utara
“Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ketika UMKM perempuan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan,” kata Sherly Tjoanda Laos Gubernur Maluku Utara.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post