youngster.id - Untuk menghadirkan program pelatihan dan pengembangan digital bagi karyawan di kawasan Asia Pasifik, Glico Asia Pacific (GAP) resmi menjalin kerja sama dengan Bites, penyedia solusi microlearning yang berfokus pada modernisasi pelatihan karyawan.
Melalui kolaborasi ini, lebih dari 500 karyawan Glico di Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura akan mendapatkan akses ke platform microlearning Bites. Program pelatihan difokuskan pada pengembangan critical thinking dan digital literacy, dengan pendekatan pembelajaran yang relevan, interaktif, dan selaras dengan kebutuhan kerja sehari-hari.
“Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada pengembangan berkelanjutan,” ujar Regional Human Resources Director Glico Asia Pacific, Vanessa Yuen, Rabu (14/1/2026).
Glico Asia Pacific menilai integrasi pembelajaran yang dipersonalisasi dan didukung kecerdasan buatan sebagai investasi strategis jangka panjang untuk meningkatkan kapabilitas karyawan sekaligus mendukung visi One Team GAP yang adaptif dan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Bites menghadirkan solusi pelatihan singkat berbasis video interaktif yang dirancang untuk karyawan frontline di berbagai industri. Melalui teknologi Bites AI, tim human resources dan learning & development dapat membuat konten pelatihan baru atau mengonversi materi yang sudah ada, seperti dokumen PDF dan presentasi, hanya dalam hitungan menit. Platform ini juga memungkinkan penerjemahan konten secara instan ke berbagai bahasa guna mendukung implementasi pelatihan lintas negara.
“Kerja sama dengan Glico Asia Pacific bertujuan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih cepat, inklusif, dan berdampak, sekaligus menetapkan standar baru bagi pembelajaran digital di kawasan Asia Pasifik,” kata CEO dan Co-founder Bites, Eran Heffetz.
Dalam program ini, Microsoft Teams akan menjadi kanal utama distribusi materi pelatihan, meskipun konten Bites juga dapat diakses melalui berbagai saluran komunikasi lain seperti SMS, WhatsApp, dan Slack. Pendekatan ini memungkinkan karyawan mengakses modul pembelajaran langsung dari alur kerja yang telah digunakan sehari-hari.
.
HENNI S.














Discussion about this post