youngster.id - Perusahaan penyedia solusi percetakan sekuriti PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026. Target tersebut dinilai realistis seiring momentum kinerja positif yang ditunjukkan perseroan sepanjang tahun lalu.
Pada kuartal ketiga 2025, laba bersih Jasuindo tumbuh 29% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp167,92 miliar, sementara total penjualan meningkat 12% (yoy) menjadi Rp1,26 triliun.
Direktur Utama Jasuindo Allan Wibisono Oei mengatakan lini bisnis sekuriti masih akan menjadi penopang utama kinerja perseroan pada tahun ini.
“Kontributor terbesar penjualan tahun ini diproyeksikan masih akan berasal dari lini bisnis sekuriti, mengingat terus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk dengan tingkat pengamanan yang tinggi,” ujar Allan, dikutip Rabu (14/1/2026).
Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan mempercepat ekspansi pasar ekspor dan domestik, termasuk melalui kemitraan strategis di kawasan Asia. Selain itu, Jasuindo berencana memperluas kapasitas produksi high security document guna meningkatkan kemampuan produksi paspor dan komponen paspor.
Di sisi lain, perseroan juga terus mengembangkan segmen brand protection yang berada dalam lini bisnis sekuriti, dengan prospek permintaan yang diproyeksikan meningkat. Produk yang dikembangkan meliputi solusi secure labels seperti RFID dan stiker label otomotif, solusi tamper evident berupa segel, pita pengaman, dan shrink wrap untuk industri makanan dan farmasi, serta solusi hologram dan anti-counterfeit berbasis kode QR dan NFC.
Seiring meningkatnya kebutuhan proteksi konsumen, Jasuindo melakukan penambahan kapasitas produksi untuk security packaging dan label yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dua digit, baik dari sisi kapasitas maupun penjualan.
Perseroan juga terus memperkuat pengembangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang memiliki aplikasi luas, mulai dari sistem e-toll, akses karyawan dan gedung, hingga pelacakan aset dan inventaris. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana perluasan pasar RFID lewat joint venture dengan salah satu perusahaan keamanan terkemuka di Asia.
“Kami berharap kemitraan ini dapat mengantarkan Jasindo menjadi penyedia RFID dan komponen RFID terbesar di Indonesia yang mampu melayani kebutuhan ekspor dan domestik, sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” tutup Allan. (*AMBS)

















Discussion about this post