youngster.id - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk terus mempercepat strategi diversifikasi bisnis dengan mengandalkan pengembangan produk berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID) serta memperluas jangkauan pasar global. Langkah ini sekaligus memperkuat portofolio di segmen brand protection atau perlindungan merek yang kini menjadi pelengkap utama lini bisnis sekuriti Perseroan.
Direktur Utama Jasuindo, Allan Wibisono Oei, mengatakan fokus Perseroan saat ini adalah pada produk berteknologi tinggi dan solusi bernilai tambah.
“Dengan berbagai inisiatif yang kami jalankan, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan penjualan yang solid. Fokus kami adalah pada produk berteknologi tinggi dan solusi bernilai tambah yang menjadi pendorong utama kinerja Perseroan ke depan,” ujarnya.
Meskipun segmen identitas dan kartu pembayaran masih menjadi kontributor terbesar pendapatan, Jasuindo semakin agresif mengembangkan segmen brand protection. Segmen ini diproyeksikan mengalami peningkatan permintaan jangka panjang dan menawarkan margin yang lebih tinggi dibandingkan produk identitas dan kartu pembayaran.
Untuk memperkuat segmen perlindungan merek, Jasuindo menambah kapasitas produksi pada lini security packaging dan label. Perusahaan juga memperkuat pengembangan produk RFID melalui pembentukan joint venture dengan mitra strategis asal Hong Kong untuk memproduksi komponen RFID.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2025, kontribusi terbesar terhadap total penjualan Jasuindo masih berasal dari pasar domestik. Namun, pasar global terus tumbuh dan menjadi fokus pengembangan Perseroan ke depan. Untuk memperkuat ekspansi internasional, Jasuindo memperluas jaringan negara tujuan ekspor sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar.
Kerja sama joint venture dalam pengembangan komponen RFID dengan mitra strategis asal Hong Kong diharapkan dapat membuka peluang pasar internasional yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing Jasuindo di pasar global.
Sejalan dengan strategi diversifikasi dan ekspansi, Jasuindo juga menjalankan efisiensi di lini produksi. Perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp100 miliar pada tahun ini, yang sebagian besar digunakan untuk perawatan mesin dan pembelian mesin baru guna meningkatkan produktivitas.
Dengan rangkaian langkah strategis tersebut, manajemen Jasuindo optimistis dapat menjaga pertumbuhan penjualan yang solid di tengah dinamika pasar global.
HENNI S.


















Discussion about this post