youngster.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan. Angka ini meningkat 10,80% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sekitar 13,8 juta kunjungan, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir atau sejak 2020.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pemulihan sektor pariwisata terus berlanjut meski belum sepenuhnya menyamai kondisi sebelum pandemi.
“Capaian ini merupakan capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir atau sejak tahun 2020,” ungkap Ateng dikutip Selasa (3/2/2026).
Dia memaparkan, pada Desember 2025 jumlah kunjungan wisman tercatat sekitar 1,41 juta kunjungan melalui pintu masuk udara, laut, dan darat. Dari jumlah tersebut, kunjungan melalui pintu masuk utama mencapai 1,12 juta, sedangkan lewat pintu masuk perbatasan sebanyak 182,8 ribu kunjungan.
BPS juga mencatat jumlah kunjungan wisman pada Desember 2025 naik 17,25% secara bulanan (month-to-month/mtm) serta meningkat 14,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). “Dengan demikian, total jumlah wisman mencapai 1,41 juta kunjungan,” ujarnya.
Ateng menambahkan, capaian 2025 kini mendekati kondisi sebelum pandemi. “Namun demikian, masih lebih rendah dari tahun 2019 yakni sekitar 16,1 juta kunjungan. Tinggal sedikit lagi bedanya,” ujarnya.
Dari sisi kebangsaan, wisman asal Malaysia menjadi yang terbanyak dengan kontribusi 17,3% dari total kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Singapura sebesar 14,5% dan Australia sebesar 11,0%.
“Jika dibandingkan November 2025, terjadi peningkatan dari ketiga negara tersebut. Begitu juga jika dibandingkan Desember 2024,” ujarnya.
Dari sisi pengeluaran, BPS mencatat rata-rata wisman pada April 2025 menghabiskan sekitar US$1.286,84 atau sekitar Rp21 juta selama berada di Indonesia dengan lama tinggal rata-rata 9,74 malam. Secara rata-rata sepanjang 2025, wisman menghabiskan sekitar US$1.267,07 selama kunjungannya di Indonesia.
Berdasarkan maksud perjalanan, mayoritas wisman atau sekitar 77% datang untuk berlibur, sedangkan hanya 8,45% yang berkunjung untuk tujuan bisnis.
“Akomodasinya, sekitar 61,39% wisman menginap di hotel, artinya hotel masih jadi pilihan utama,” ungkapnya.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post