youngster.id - Perusahaan layanan AI, bisnis digital, dan teknologi, NTT DATA, meluncurkan NTT DATA Technology Foresight Report 2026. Laporan tahunan ini mengulas bagaimana perusahaan memanfaatkan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), serta teknologi canggih lainnya untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memetakan tren teknologi masa depan.
Managing Director Technology & Innovation DACH (Jerman, Austria, dan Swiss) NTT DATA, Oliver Koeth, menyatakan bahwa era kecerdasan massal mengubah fokus perusahaan dari sekadar percepatan menuju dampak yang lebih bermakna.
“Ketika sistem yang mampu memahami emosi, komputasi berdaulat, dan infrastruktur terpercaya saling terhubung, teknologi dapat berkembang menjadi mitra strategis yang memperkuat ketahanan sekaligus meneguhkan nilai-nilai yang akan membentuk masa depan bersama,” ujar Koeth, Senin (23/2/2026).
Dalam laporan tersebut, NTT DATA menyoroti bahwa dunia kini memasuki era kecerdasan massal, di mana perusahaan semakin memprioritaskan teknologi yang mampu belajar, beradaptasi, dan bekerja secara mandiri. Di tengah pesatnya perkembangan AI, perusahaan dinilai perlu menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang guna menjaga daya saing di pasar global.
NTT DATA mengidentifikasi enam tren utama yang mencerminkan arah perubahan teknologi dengan mempertimbangkan keterkaitan antara teknologi, bisnis, dan masyarakat.
Tren pertama adalah otonomi yang dipimpin manusia, yakni sistem cerdas yang mampu beroperasi dalam skala besar dan cepat, namun tetap berada di bawah kendali manusia agar keputusan yang dihasilkan transparan serta sejalan dengan tujuan perusahaan dan kepentingan publik.
Kedua, sistem cerdas yang memahami emosi mulai menjadi bagian dari infrastruktur sosial. Teknologi ini dinilai mampu membangun kepercayaan, meningkatkan keterlibatan pengguna, serta menghadirkan interaksi yang lebih etis dengan sentuhan manusiawi pada data.
Tren ketiga adalah kecerdasan yang dapat diandalkan, di mana keamanan siber berkembang menjadi sistem adaptif yang mampu belajar menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Keamanan tidak hanya melindungi data, tetapi juga integritas, transparansi, dan perilaku etis sistem AI.
Keempat, infrastruktur cerdas menjadi fondasi aktif inovasi dengan memanfaatkan kecerdasan berkelanjutan untuk mengoptimalkan kinerja, mengantisipasi kebutuhan, serta menyeimbangkan aspek biaya, kontrol, dan keberlanjutan secara real time. Infrastruktur ini terintegrasi dari perangkat, edge, hingga cloud.
Kelima, ekosistem semikonduktor berdaulat menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan nasional dan kemandirian teknologi. Negara-negara mulai membangun industri chip secara menyeluruh untuk mengamankan rantai pasok, melindungi kekayaan intelektual, serta menjaga daya saing komputasi global.
Keenam, pergeseran dari efisiensi semu menuju pertumbuhan berkelanjutan, di mana teknologi tidak lagi hanya difokuskan pada efisiensi, tetapi pada pertumbuhan yang bertanggung jawab dalam batas daya dukung lingkungan serta memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.
Melalui laporan ini, NTT DATA mendorong perusahaan untuk mempersiapkan strategi teknologi jangka panjang agar mampu memanfaatkan AI dan inovasi digital secara optimal, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan masyarakat. (*AMBS)
















Discussion about this post