Kamis, 5 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News VARIOUS

Peneliti Temukan Dua Celah Keamanan Kritis di Google Looker, Berpotensi Ambil Alih Sistem Perusahaan

5 Februari 2026
in VARIOUS
Reading Time: 2 mins read
Google Looker

Peneliti Temukan Dua Celah Keamanan Kritis di Google Looker, Berpotensi Ambil Alih Sistem Perusahaan (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Tenable Research mengungkap dua kerentanan keamanan serius yang diberi nama “LookOut” pada platform business intelligence Google Looker, yang digunakan oleh lebih dari 60.000 perusahaan di 195 negara. Celah keamanan tersebut berpotensi memungkinkan peretas mengambil alih sistem sepenuhnya atau mencuri data rahasia perusahaan.

Kerentanan paling kritis berupa rangkaian Remote Code Execution (RCE) yang memungkinkan penyerang menjalankan perintah berbahaya dari jarak jauh dan mengambil kendali penuh atas server Looker. Kondisi ini memberi peretas akses luas untuk mencuri informasi sensitif, memanipulasi data, serta menyusup lebih dalam ke jaringan internal perusahaan. Pada sistem berbasis cloud, celah ini bahkan berpotensi menyebabkan akses lintas pengguna (cross-tenant access).

Baca juga :   Pekan Raya Indonesia 2018 Targetkan Capai 1 Juta Pengunjung

“Level akses ini sangat berbahaya karena Looker berfungsi sebagai pusat sistem informasi perusahaan. Jika terjadi pelanggaran keamanan, penyerang dapat memanipulasi data atau bergerak lebih jauh ke dalam jaringan internal,” kata Liv Matan, Senior Research Engineer di Tenable yang memimpin riset tersebut.

Kerentanan kedua memungkinkan pencurian penuh terhadap database manajemen internal Looker. Dengan memanipulasi sistem agar terhubung ke basis data internalnya sendiri, peneliti berhasil mengekstraksi kredensial pengguna serta konfigurasi rahasia menggunakan teknik khusus pengambilan data.

Google disebut telah merespons dengan cepat untuk mengamankan layanan Looker yang dikelola di cloud. Namun, risiko masih tinggi bagi organisasi yang mengoperasikan Looker di server pribadi atau perangkat on-premise. Perusahaan-perusahaan tersebut wajib melakukan pembaruan keamanan secara manual untuk menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan penyerang.

Baca juga :   Glico Asia Pacific Gandeng Bites Hadirkan Program Pelatihan Digital Berbasis AI untuk 500 Karyawan di Asia Pasifik

“Karena Looker sering menjadi pusat pengelolaan data paling sensitif sebuah organisasi, keamanan arsitektur dasarnya sangat krusial. Namun, sistem semacam ini sulit diamankan sepenuhnya karena tetap harus menyediakan fitur kuat seperti eksekusi SQL dan interaksi dengan sistem file internal,” ujar Matan.

Untuk mengantisipasi potensi eksploitasi, administrator sistem disarankan memeriksa indikator kompromi (indicators of compromise). Langkah yang perlu dilakukan antara lain memeriksa keberadaan file mencurigakan di direktori .git/hooks/ dalam folder proyek Looker, khususnya skrip bernama pre-push, post-commit, atau applypatch-msg yang tidak dikenal.

Selain itu, tim keamanan diminta meninjau log aplikasi untuk mendeteksi penyalahgunaan koneksi internal, termasuk munculnya kesalahan SQL yang tidak wajar atau pola yang mengarah pada serangan SQL injection terhadap database internal Looker seperti looker__ilooker.

Baca juga :   BCA Gandeng UMKM dan Desa Binaan Tampilkan Produk Unggulan Di Expoversary 2024

Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan sistem keamanan pada platform analitik data yang menjadi tulang punggung pengelolaan informasi perusahaan, terutama bagi organisasi yang mengelola infrastruktur sendiri di luar layanan cloud terkelola Google. (*AMBS)

Tags: Google Lookerkerentanan keamananTenable Research
Previous Post

Investasi Startup dan Akuisisi Jumbo, Google Dominasi Ekosistem Venture Global

Next Post

Pendanaan Global Startup Fintech Naik 27% pada 2025, Y Combinator Jadi Investor Paling Aktif

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Y Combinator

Pendanaan Global Startup Fintech Naik 27% pada 2025, Y Combinator Jadi Investor Paling Aktif

Discussion about this post

Recent Updates

Y Combinator

Pendanaan Global Startup Fintech Naik 27% pada 2025, Y Combinator Jadi Investor Paling Aktif

5 Februari 2026
Google Looker

Peneliti Temukan Dua Celah Keamanan Kritis di Google Looker, Berpotensi Ambil Alih Sistem Perusahaan

5 Februari 2026
Google Ventures (GV)

Investasi Startup dan Akuisisi Jumbo, Google Dominasi Ekosistem Venture Global

5 Februari 2026
pariwisata Indonesia

Kemenpar Targetkan Transaksi Rp48 Miliar dari Pasar India Lewat OTM 2026 di Mumbai

5 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Y Combinator

Pendanaan Global Startup Fintech Naik 27% pada 2025, Y Combinator Jadi Investor Paling Aktif

5 Februari 2026
Google Looker

Peneliti Temukan Dua Celah Keamanan Kritis di Google Looker, Berpotensi Ambil Alih Sistem Perusahaan

5 Februari 2026
Google Ventures (GV)

Investasi Startup dan Akuisisi Jumbo, Google Dominasi Ekosistem Venture Global

5 Februari 2026
pariwisata Indonesia

Kemenpar Targetkan Transaksi Rp48 Miliar dari Pasar India Lewat OTM 2026 di Mumbai

5 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version