youngster.id - Philips mengumumkan kemitraan dengan produsen alat kesehatan lokal PT PHC Indonesia (sebelumnya Panasonic Healthcare Indonesia), anak usaha Gobel Group, serta PT Graha Teknomedika untuk memproduksi sistem ultrasound dan alat patient monitor berteknologi canggih di Indonesia guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Inisiatif ini ditujukan untuk memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat kapabilitas industri alat kesehatan nasional. Kemitraan tersebut juga memperluas kehadiran jangka panjang Philips di Indonesia yang saat ini mempekerjakan lebih dari 3.900 karyawan di 12 kota, termasuk fasilitas manufaktur di Batam.
Kolaborasi lokal-untuk-lokal ini menggabungkan teknologi kesehatan global milik Philips dengan kemampuan manufaktur dalam negeri untuk mendorong transfer teknologi, pengembangan talenta lokal, serta peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, L. Rizka Andalucia, menyambut baik inisiatif tersebut sebagai upaya memperkuat produksi alat kesehatan nasional.
“Pengembangan kapasitas manufaktur dalam negeri akan memperkuat ketahanan rantai pasok nasional, mendorong peningkatan standar teknologi, serta mendukung terwujudnya sistem layanan kesehatan yang lebih tangguh dan mandiri,” ujar Rizka, dikutip Rabu (28/1/2026).
Melalui kemitraan dengan PT PHC Indonesia, Philips akan mengeksplorasi produksi sistem ultrasound untuk mendukung kebutuhan rumah sakit dan klinik seiring meningkatnya permintaan layanan pencitraan medis. Teknologi ultrasound Philips menghadirkan pencitraan real-time beresolusi tinggi dan dapat digunakan untuk pemeriksaan umum, kardiologi, serta kesehatan wanita. Sistem ini juga dilengkapi fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu tenaga medis bekerja lebih efisien dan mendukung hasil klinis yang konsisten.
Presiden Direktur PT PHC Indonesia, Yuji Okada, mengatakan produksi lokal ultrasound akan memperluas akses terhadap teknologi diagnostik di Indonesia.
“Dengan berfokus pada produksi lokal dan alih teknologi, kami ingin mendukung prioritas nasional di bidang kesehatan sekaligus memperluas akses terhadap solusi diagnostik yang andal bagi penyedia layanan kesehatan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Philips juga bermitra dengan PT Graha Teknomedika untuk memproduksi alat patient monitor di dalam negeri guna mendukung layanan rumah sakit, terutama dalam menangani pasien dengan kondisi kompleks dan kritis.
Solusi patient monitor Philips mampu memantau tanda vital seperti detak jantung, saturasi oksigen, dan tekanan darah. Perangkat ini dilengkapi alarm pintar, kemampuan analitik terintegrasi, serta konektivitas antar sistem rumah sakit untuk mendukung pemantauan berkelanjutan dan pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat.
Direktur Utama PT Graha Teknomedika, Masrizal Achmad Syarief, menyatakan kemitraan ini akan mempercepat adopsi teknologi pemantauan pasien canggih di Indonesia.
“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Philips untuk menyatukan inovasi global dengan keahlian manufaktur lokal guna meningkatkan kualitas layanan klinis dan mendukung sistem kesehatan yang lebih tangguh,” katanya.
Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri R. Dharmawan, menegaskan kemitraan dengan produsen lokal merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap sistem kesehatan Indonesia.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk memperluas akses terhadap teknologi kesehatan yang bermakna sekaligus memperkuat kapabilitas lokal dan kemandirian industri kesehatan nasional,” ujar Astri.
Selama ini, Philips bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan, mitra industri, dan pemerintah dalam mendukung rumah sakit serta klinik di Indonesia melalui penyediaan teknologi, layanan, dan pelatihan klinis.
HENNI S.
