youngster.id - POCARI SWEAT Run kembali akan digelar di 2026. Program sport tourism tahun ke-13 ini akan berlangsung di dua kota Pertama pada 11-12 Juli di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. Kemudian pada 19-20 September di kota Bandung, Jawa Barat.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka Puspita Winawati mengatakan, konsistensi selama 12 tahun terakhir penyelenggaraan, POCARI SWEAT Run terus bertumbuh pesat dari 5.000 pelari di 2014 hingga total 55.435 pelari pada tahun 2025.
“Kami ingin mengajak lebih banyak orang hidup sehat dengan berolahraga. Ada sedikit perubahan dengan jadwal berlari POCARI SWEAT Run 2026 dimulai di Mandalika, Lombok, agar cuaca jauh lebih nyaman, dan kemudian ditutup dengan Bandung sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Bandung,” katanya dikutip Sabtu (24/1/2026).
Wina menjelaskan, akan ada empat pilihan jarak bagi para peserta di Lombok. Yaitu putaran sirkuit 4.3K, 10K, Half-Marathon, dan Marathon. Rangkaian kemudian akan mencapai puncaknya dengan POCARI SWEAT Run Bandung 2026 yang akan fokus pada kategori 10K dan Half-Marathon dengan start dan finish di Kota Bandung.
“Kami ingin terus naik level dengan memastikan POCARI SWEAT Run menjadi motor penggerak Sport Tourism Indonesia. Tahun ini, Sport Tourism akan diperkuat melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dari dukungan Kementerian dan stakeholders lokal,” tutup Wina.
Saat ini, indeks masyarakat Indonesia dalam berolahraga hanya 15%. Untuk mendorong masyarakat giat berolahraga, pemerintah mendukung beragam aktivitas sport tourisme.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menyatakan, kegiatan seperti POCARI SWEAT Run, diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan berolahraga. Apalagi event ini dapat menggerakkan pelari dari Aceh hingga Papua.
“Pemerintah saat ini juga terus mendorong terlaksananya berbagai agenda wisata olahraga yang kita harapkan meningkatkan perputaran roda ekonomi, maka kami mendukung penuh inisiatif dari swasta seperti POCARI SWEAT untuk bersinergi mengoptimalkan dampak positif yang terjadi untuk Sport Tourism di Indonesia,” katanya dalam keterangan pers.
Sementara Direktur Utama InJourney Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata Maya Watono menyatakan bahwa, event dan atraksi merupakan katalis penting dalam pengembangan destinasi pariwisata. Kehadiran event berskala besar seperti Pocari Sweat Run Lombok mampu menciptakan multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, transportasi, hingga pergerakan ekonomi dan belanja lokal.
“Melalui event ini, Mandalika semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi sportainment unggulan di Indonesia, dengan keindahan sirkuit yang ikonik berpadu dengan alam dan budaya, sekaligus memperkuat nation branding Indonesia di mata dunia. InJourney berkomitmen untuk terus menghadirkan event-event berkualitas yang tidak hanya memajukan olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ucapnya.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post