youngster.id - Untuk membuka akses bagi talenta dan entrepreneur Indonesia terhubung langsung dengan ekosistem global, Purwadhika Digital Technology School berkolaborasi dengan dan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Commercial Sub-council menggelar Purwadhika x CCPIT Entrepreneur Program.
Inisiatif kolaboratif ini dirancang untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Tiongkok melalui penguatan kapasitas entrepreneur, pertukaran pengetahuan bisnis, serta pemahaman pasar lintas negara.
CEO & Founder of Purwadhika Digital Technology School Purwa Hartono menyampaikan, program tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, memperluas peluang kerja sama internasional, serta berkontribusi positif terhadap ekosistem bisnis dan hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok.
“Melalui Purwadhika x CCPIT Entrepreneur Program, kami ingin memberikan pengalaman nyata bagi para entrepreneur Indonesia untuk memahami proses bisnis retail secara end-to-end dan langsung dari sumbernya,” katanya dikutip dari keterangan pers, Rabu (21/1/2026).
Sebagai institusi pendidikan bagian dari ekosistem Digital Hub, Purwadhika Digital Technology School memainkan peran strategis dalam menjembatani kebutuhan pengembangan talenta dan kewirausahaan dengan peluang kolaborasi lintas negara.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) telah dilakukan Purwa Hartono dan Jason Xiong Canxin (Director of Department of Trade and Investment Promotion of CCPIT Commercial Sub-council) menjadi landasan awal implementasi program ini.
Purwadhika x CCPIT Entrepreneur Program akan dimulai pada Februari 2026, dengan pembukaan intake peserta pada minggu ke-2 bulan April 2026. Para peserta yang bergabung dalam program ini tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan praktis, akses jaringan industri, serta peluang kerja sama langsung dengan pabrik di Tiongkok untuk memproduksi merek mereka sendiri serta memasarkan produknya di Indonesia.
“Kami melihat potensi besar dari entrepreneur Indonesia untuk berkembang di pasar global. Melalui kolaborasi dengan Purwadhika Digital Technology School dan dukungan ekosistem Digital Hub, CCPIT berkomitmen untuk membuka akses ke jaringan pabrik dan pemasok (supplier) terpercaya di Tiongkok serta mendorong terciptanya kerja sama bisnis yang berkelanjutan,” kata Jason Xiong Canxin, Director of Department of Trade and Investment Promotion of CCPIT Commercial Sub-council.
Saat ini, para pelaku usaha di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan akses ke pabrik Original Equipment Manufacturer (OEM) yang terpercaya di Tiongkok, minimnya pemahaman mengenai sistem manufaktur & minimum order quantity (MOQ), kendala dalam pengendalian kualitas & legalitas, serta ketergantungan pada trader atau middleman karena kurangnya koneksi resmi ke ekosistem industri di Tiongkok. Program ini diharapkan dapat memberikan pendampingan praktis dan akses jaringan industri bagi peserta.
Hal ini juga yang mendorong, Sinar Mas Land melalui Digital Hub mendukung kerja sama strategis ini.
“Kerja sama antara Purwadhika Digital Technology School dan CCPIT Commercial Sub-council ini selaras dengan komitmen kami dalam mendukung tenant untuk berkolaborasi secara global dan menciptakan dampak nyata bagi pengembangan bisnis dan talenta Indonesia. Kami percaya kolaborasi strategis lintas negara ini menjadi kunci dalam membangun ekosistem entrepreneur Indonesia yang tangguh,” kata Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land.
Dia menegaskan, Sinar Mas Land melalui Digital Hub akan terus mendukung inisiatif serupa yang dapat mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal, membuka akses ke pasar global, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem bisnis internasional.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post