youngster.id - Sampoerna Academy kembali menggelar STEAM Expo 2026 bertema “Inventing Tomorrow” secara serentak di seluruh kampusnya di L’Avenue, BSD, Sentul, Medan, dan Surabaya. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sebagai juri.
Acara tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, & Mathematics) sekaligus menegaskan pentingnya transformasi pendidikan yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada solusi nyata.
School Director Sampoerna Academy, Mustafa Guvercin, mengatakan STEAM Expo mendorong siswa mengembangkan pola pikir adaptif dan integratif dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kami percaya siswa adalah pemimpin solusi masa depan. Inovasi lahir ketika mereka belajar menyelesaikan masalah dunia nyata dengan pendekatan terintegrasi,” ujar Mustafa, Selasa (3/2/2026).
Pada tahun ini, sebanyak 707 proyek STEAM ditampilkan di seluruh kampus Sampoerna Academy. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi mitigasi bencana hingga energi terbarukan dan perangkat pencarian serta penyelamatan.
Beberapa karya yang disorot antara lain Earthquake Detector dari siswa Sampoerna Academy Sentul yang dirancang untuk memberikan peringatan dini gempa bumi, serta From Waste to Light dari siswa Sampoerna Academy BSD yang mengubah air kotor menjadi sumber listrik sekaligus air bersih bagi masyarakat desa.
Sebagai rangkaian kegiatan, Sampoerna Academy juga akan menggelar STEAM Competition 2026 pada 7 Maret 2026 di Sampoerna Academy L’Avenue, Jakarta. Kompetisi ini terbuka bagi siswa dari sekolah lain untuk berinovasi melalui pendekatan STEAM.
Melalui STEAM Expo dan kompetisi ini, Sampoerna Academy berharap dapat melahirkan generasi inovator dan pemecah masalah yang siap menghadapi tantangan global di masa depan.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post