Studi: 68% Siswa Bilingual Raih Nilai di Atas 70, Kemampuan Kognitif Anak Meningkat

pendidikan bilingual

Studi: 68% Siswa Bilingual Raih Nilai di Atas 70, Kemampuan Kognitif Anak Meningkat (Foto: Istimewa)

youngster.id - Sebuah studi terhadap 250 siswa sekolah dasar menunjukkan bahwa pendidikan dwibahasa atau bilingual memberikan dampak positif terhadap prestasi akademik anak.

Hasil penelitian mencatat sekitar 68% siswa dalam program bilingual memperoleh nilai di atas 70 pada mata pelajaran yang diajarkan menggunakan bahasa kedua, sementara sekitar 60% siswa juga meraih hasil serupa pada mata pelajaran yang diajarkan dalam bahasa ibu.

Selain meningkatkan capaian akademik, kemampuan bilingual juga terbukti mendukung perkembangan kognitif anak, termasuk critical thinking, kemampuan memecahkan masalah (problem-solving skills), serta daya ingat (memory retention).

Anak yang tumbuh dengan dua bahasa dinilai memiliki kinerja otak yang lebih efisien dibandingkan anak monolingual. Paparan terhadap dua sistem bahasa melatih otak untuk lebih fokus, memiliki memori yang lebih baik, serta lebih terampil dalam menyelesaikan masalah.

“Penguasaan dua bahasa bukan hanya mengasah kemampuan komunikasi, tetapi juga menjadi fondasi akademik yang kuat,” ujar Academic Director WonderMind, Jessie Su, dalam keterangannya.

Jessie menjelaskan, anak bilingual terbiasa menyesuaikan penggunaan bahasa sesuai konteks, sehingga fungsi kognitif mereka terlatih untuk mengatur perhatian, mengingat informasi, dan mengambil keputusan secara lebih efektif.

“Dengan literasi yang baik, anak menjadi lebih siap menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik secara akademik maupun mental,” tambahnya.

Meski memiliki banyak manfaat, penerapan pendidikan bilingual tetap menghadapi sejumlah tantangan. Lingkungan belajar yang mendukung dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan, mulai dari kurikulum yang terstruktur, tenaga pengajar yang kompeten, hingga keterlibatan aktif orang tua dalam proses belajar anak.

Menanggapi pentingnya pendidikan bahasa asing sejak dini, Chief Executive Officer WonderMind, Elon Han, mengatakan penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin menjadi kebutuhan penting bagi anak Indonesia di masa depan.

“Misi kami adalah membantu anak Indonesia mencapai tujuan ini. Melalui riset, kami menyadari pentingnya kompetensi bahasa Inggris dan bahasa Mandarin, terutama melalui kursus yang berkualitas,” ujar Elon.

.

HENNI S.

Exit mobile version