youngster.id - Pergerakan industri hiburan global berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. Konsumsi masyarakat akan konten yang serbacepat dan mudah diakses lewat gadget mendorong naiknya populeritas series drama pendek atau mikro drama dengan format ringan berdurasi pendek.
Berdasarkan data Appfigures, total pengguna berlangganan aplikasi drama pendek telah melampaui US$ 146 juta pada kuartal pertama 2024, dan mencatat pertumbuhan sebanyak 8000% setiap tahunnya.
Potensi ini mendorong TikTok meluncurkan aplikasi PineDrama. Platform ini menghadirkan video berupa cerita fiksi berseri dengan durasi satu menit. Setiap video saling berkaitan dan membentuk alur cerita layaknya drama televisi. Beragam genre tersedia mulai dari thriller, romantis, hingga drama keluarga.
TikTok sepertinya memanfaatkan posisinya sebagai platform video pendek. Di Indonesia, platform ini menklaim telah menjaring 160 juta pengguna.
Tech Crunch melansir, melalui tab Discover pengguna bisa menelusuri berbagai drama dan menyortirnya melalui pilihan “All” atau “Trending”. Video yang disajikan berbentuk vertikal yang dipersonalisasi sesuai minat.
PineDrama juga dilengkapi fitur “Watch History” untuk melanjutkan tontonan yang tertunda. Lalu ada juga bagian “Favorites” untuk menyimpan serial yang disukai.
Pengguna dapat berbagai pendapat serta berinteraksi melalui kolom komentar dan menikmati mode layar penuh yang menghilangkan sidebar dan teks, sehingga ketika menonton lebih leluasa. Aplikasi ini masih gratis dan belum menampilkan iklan.
Sebelumnya, di akhir 2025, TikTok menghadirkan fitur “TikTok Minis” yang juga menampilkan drama mikro langsung dari aplikasi utama. Dengan PineDrama, Tiktok menantang platform drama mikro lainnya seperti ReelShort dan DramaBox.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post