Rabu, 11 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News BIZTECH

UMKM Indonesia Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Makro

19 Desember 2022
in BIZTECH
Reading Time: 2 mins read
UMKM

Pelaku UMKM Optimis Kondisi Usaha Akan Lebih Baik Tahun Ini (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perusahaan teknologi finansial Amartha melakukan riset terhadap 240 mitra Amartha untuk mengetahui sejauh apa dampak resesi global terhadap kelangsungan usaha UMKM.

Riset ini menemukan, 56,3% mitra UMKM melakukan penghematan dalam membelanjakan uang karena adanya kenaikan harga bahan pokok. Namun, mereka tetap berhasil meningkatkan pendapatan usahanya dan percaya bahwa kondisi ekonomi ini akan membaik dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Berdasarkan laporan Sustainability Report 2021, mitra Amartha berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 37,5%, jauh lebih besar dibanding angka inflasi tahun 2022 yang berkisar di angka 5%. Dengan peningkatan pendapatan tersebut, mitra UMKM Amartha memiliki resiliensi yang cukup kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Menurut Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, tujuan melakukan riset dampak resesi global terhadap UMKM akar rumput ini adalah untuk mengetahui sejauh apa kondisi ekonomi makro mempengaruhi ketahanan UMKM.

Baca juga :   Perluas Pasar, Desound Padukan Konsep Lifestye dan Teknologi

“Ini sangat penting, agar Amartha dapat mengambil langkah yang strategis dalam mendampingi dan mendukung pertumbuhan usaha mitra sehingga tercipta UMKM yang lebih tangguh,” tegas Aria.

Riset yang bertajuk ‘Impact of the Global Recession to the Grassroots Economy’ tersebut, dilakukan di tiga wilayah operasional Amartha yakni di pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Metode riset menggunakan kuesioner yang fokus pada pengukuran perilaku dalam membelanjakan uang, kapabilitas untuk membayar angsuran, dan tingkat kepercayaan diri untuk terus berusaha.

Pada aspek perilaku dalam membelanjakan uang, responden merasa bahwa kenaikan harga bahan pokok membuat mereka harus menghemat pengeluaran. Namun, pengeluaran yang dikurangi terbatas pada hal-hal non esensial saja seperti pengeluaran untuk hiburan. Sedangkan pengeluaran pokok seperti bahan pangan, biaya listrik, paket data, dan uang sekolah anak, tetap menjadi prioritas yang bisa dipenuhi. Dengan cara ini, mitra UMKM tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya sembari terus meningkatkan produktivitas usahanya.

Baca juga :   Dukung Pelaku Usaha Lokal Dengan Membeli Produk Buatan Dalam Negeri

Temuan lain yang cukup menarik juga dapat dilihat pada aspek kapabilitas dalam membayar angsuran pinjaman. Apabila mitra memiliki beberapa pinjaman, hampir 90% mitra UMKM Amartha menyatakan bahwa mereka akan mengutamakan untuk melunasi pinjaman dari Amartha terlebih dahulu.

“Ini karena adanya sistem tanggung renteng dengan anggota majelis, serta adanya keinginan untuk terus bermitra dengan Amartha dan bisa memperoleh jumlah pinjaman yang lebih besar. Relasi dengan tenaga lapangan juga berperan besar, karena mereka yang senantiasa mendampingi usaha mitra UMKM Amartha,” tambah Aria.

Sedangkan pada aspek kepercayaan diri untuk terus berusaha, 82% mitra UMKM percaya bahwa kondisi pelemahan ekonomi ini akan membaik dalam waktu enam bulan ke depan. Tingkat kepercayaan ini dipengaruhi oleh motivasi para mitra UMKM untuk terus meningkatkan kesejahteraan keluarganya dan memastikan anak-anaknya tetap dapat sekolah. Bahkan mitra UMKM menyatakan siap melakukan pivot bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar apabila kondisi ekonomi terus menurun, seperti pada saat pandemi 2020 lalu.

Baca juga :   Insentif Pajak Final UMKM Berlaku 1 Juli 2018

“UMKM akar rumput terbukti memiliki resiliensi yang cukup kuat. Di kala pandemi pun, UMKM dapat bangkit dengan cepat dan beradaptasi dengan digitalisasi yang masif. Maka, tantangan ekonomi makro yang diprediksi akan terjadi tahun depan, justru menjadikan UMKM sebagai peluang untuk menggerakkan roda ekonomi. Aktivitas UMKM cukup stabil di tengah gejolak ekonomi makro, karena pelanggan UMKM umumnya berasal dari segmen pasar lokal. Oleh sebab itu, UMKM dapat menjadi alternatif dalam berinvestasi, karena potensi pertumbuhannya masih sangat besar,” pungkas Aria.

 

HENNI SOELAEMAN

Tags: Amarthakrisis ekonomiUMKM
Previous Post

Microsoft Larang Penambangan Kripto di Layanan Cloud

Next Post

Upaya Komodo Water Mendigitalisasi Pengelolaan Sumber Daya Air

Related Posts

Lazada
e-COMMERCE

Dorong Pemulihan Ekonomi Sumatra, Lazada Hadirkan Kanal Khusus Sumatra

7 Februari 2026
0
Indonesia Open Network (ION)
e-COMMERCE

Pemerintah Dorong UMKM Masuk Pasar Digital Lewat Indonesia Open Network (ION)

6 Februari 2026
0
Amartha
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Amartha Perkuat Layanan UMKM Akar Rumput Dan Kembangkan Dompet Digital

24 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Komodo Water

Upaya Komodo Water Mendigitalisasi Pengelolaan Sumber Daya Air

Dulur Gravel

Startup Gravel Apresiasi Jasa Tukang Bangunan

Plugo

Platform e-Commerce Plugo Raih Pendanaan Rp140 Miliar

Discussion about this post

Recent Updates

Easycash MOJANG

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Gen Z, Easycash dan AFTECH Luncurkan Modul MOJANG

10 Februari 2026
Apex Group

Perluas Ekspansi di Asia Tenggara, Apex Group Buka Kantor di Jakarta

10 Februari 2026
10 Tim Global Ambassador 'Solve for Tomorrow' 2026

Samsung Umumkan 10 Tim Global Ambassador ‘Solve for Tomorrow’ 2026

10 Februari 2026
Indosat

Kinerja Solid 2025, Pendapatan Indosat Tembus Rp15,36 Triliun di Kuartal IV

10 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Easycash MOJANG

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Gen Z, Easycash dan AFTECH Luncurkan Modul MOJANG

10 Februari 2026
Apex Group

Perluas Ekspansi di Asia Tenggara, Apex Group Buka Kantor di Jakarta

10 Februari 2026
10 Tim Global Ambassador 'Solve for Tomorrow' 2026

Samsung Umumkan 10 Tim Global Ambassador ‘Solve for Tomorrow’ 2026

10 Februari 2026
Indosat

Kinerja Solid 2025, Pendapatan Indosat Tembus Rp15,36 Triliun di Kuartal IV

10 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version