youngster.id - Badan Pusat Statistik menyebut jumlah usaha pertanian perorangan (petani) di Indonesia tercatat sebanyak 29,34 juta orang atau unit. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 7,45% dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 31,7 juta. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai regenerasi petani di masa depan
Untuk memutus mata rantai penuaan profil petani nasional Pemerintah melalui Kementerian Pertanian meluncurkan penerimaan mahasiswa baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) untuk tahun akademik 2026/2027 dengan rencana kuota sebanyak 1.500 mahasiswa yang tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi pertanian. Selain itu, PMB tahun ini memberikan prioritas hingga 70% bagi anak petani sebagai bentuk keberpihakan negara dalam mendorong regenerasi petani dan penguatan pelaku utama pertanian
Langkah ini diambil sebagai strategi “darurat” untuk mencetak ribuan agripreneur muda yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar global.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti menegaskan, regenerasi petani kini tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan konvensional.
“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” ucapnya dikutip Kamis (5/2/2026).
Selain itu, kesempatan juga dibuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat, potensi, dan komitmen untuk berkiprah di sektor pertanian melalui jalur seleksi yang telah ditetapkan.
Seluruh proses PMB Polbangtan dan PEPI dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel melalui sistem pendaftaran terintegrasi berbasis digital pada laman resmi dengan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes berbasis computer assisted test (CAT), pemeriksaan kesehatan, serta wawancara.
Fokus utamanya adalah transformasi lulusan dari sekadar pencari kerja menjadi pelaku utama bisnis pertanian yang adaptif terhadap teknologi digital dan mekanisasi modern. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mengangkat derajat pendidikan keluarga petani ke jenjang tertinggi.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post