youngster.id - Studi GSMA menyebut, penerapan registrasi berbasis biometrik wajah memberikan terbukti mampu menekan kemungkinan identitas ganda lebih dari 80%, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan penipuan (fraud management) hingga 20–30%. Hal ini mendorong PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk untuk mempercepat implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah dan eSIM.
Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys mengatakan, implementasi verifikasi biometrik ini adalah komitmen nyata XLSMART dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan. Inovasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat keamanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman registrasi yang lebih mudah, cepat, dan menyenangkan, sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap layanan XLSMART.
“Dengan validasi yang terhubung langsung ke database Dukcapil, XLSMART memastikan bahwa setiap identitas pelanggan valid dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. XLSMART mengutamakan rasa aman dan nyaman pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui teknologi face recognition ini,” kata Merza dikutip Kamis (4/3/2026).
Menurut Merza, tingkat akurasi sistem pengenalan wajah modern juga telah mencapai 95–99% menurut NIST (National Institute of Standards and Technology) – lembaga Departemen Perdagangan AS yang menetapkan standar teknologi global, dilengkapi kemampuan liveness detection yang canggih untuk mendeteksi upaya pemalsuan (spoofing). Dari sisi kemudahan, proses registrasi yang semula memakan waktu 5–7 menit kini dapat diselesaikan dalam kurang dari 1 menit melalui proses otomatis dengan liveness detection untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC).
“XLSMART menerapkan prinsip security by design dan data minimization, sehingga data biometrik tidak disimpan oleh XLSMART, melainkan langsung diteruskan secara aman ke sistem Dukcapil untuk validasi tanpa disimpan setelah proses selesai,” ujarnya.
Sistem XLSMART telah memenuhi standar keamanan internasional, antara lain ISO 27001, ISO 27701, serta lulus uji Presentation Attack Detection (ISO 30107-3), dengan match rate ke Dukcapil di atas 95% dan tingkat keluhan sangat rendah.
Untuk memastikan kemudahan akses seluruh lapisan masyarakat, XLSMART telah menghadirkan layanan registrasi biometrik di 143 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari 94 XL Center dan 51 Galeri Smartfren.
Layanan ini terfokus pada wilayah dengan densitas pelanggan tinggi, seperti Jabodetabek (26 XL Center dan 13 Galeri Smartfren), Jawa Timur (16 Galeri Smartfren), dan Sumatera (17 XL Center).
Selain melalui gerai fisik, pelanggan juga dapat melakukan registrasi mandiri secara digital melalui website resmi XL, AXIS, dan Smartfren, serta melalui aplikasi myXL, AXISNET, dan mySF—menjadikan proses registrasi biometrik semakin inklusif, mudah, dan dapat dilakukan kapan saja, di mana saja.
Sebagai bukti kesiapan dan keseriusan dalam menghadirkan layanan ini, XLSMART telah menjalankan program pilot sejak September 2025 melalui gerai fisik dan kanal digital, sehingga sistem yang diterapkan saat ini telah teruji dan siap memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelanggan.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya XLSMART dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, terpercaya, dan siap mendukung transformasi digital Indonesia,” kata Merza.
Seiring dengan penguatan keamanan data pelanggan melalui registrasi biometrik, adopsi penerapan eSIM XLSMART juga terus mendapatkan respon positif dari pelanggan dan masyarakat. Jumlah pengguna eSIM terus tumbuh dan saat ini jumlah pengguna eSIM XLSMART mencapai lebih dari 1,6 juta.
STEVY WIDIA
