youngster.id - Yayasan Happyself Harmony Family resmi meluncurkan program Sinema Inklusi Nusantara, sebuah inisiatif pemberdayaan penyandang disabilitas yang membuka peluang kerja di bidang perfilman dan industri kreatif dengan pendekatan berbasis neuroscience.
Ketua Yayasan Happyself Harmony Family, Prisca Priscilla menjelaskan, program ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara potensi kreatif penyandang disabilitas dan sistem kerja konvensional yang dinilai belum adaptif terhadap perbedaan cara kerja otak, termasuk sensitivitas emosi, pemrosesan sensorik, dan fluktuasi suasana hati. Menurutnya, tidak semua individu cocok bekerja dalam struktur kerja yang linear dan kaku.
“Neuroscience menunjukkan bahwa tidak semua otak dirancang untuk bekerja dalam struktur yang stabil sepanjang waktu. Banyak individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki respons emosional dan kreativitas yang tinggi. Jika ditempatkan di lingkungan yang tepat, perbedaan ini justru menjadi kekuatan,” jelas Prisca, dikutip Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sebanyak 932.435 penyandang disabilitas telah bekerja di Indonesia. Angka tersebut meningkat sekitar 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun jumlah itu baru setara 0,64% dari total tenaga kerja nasional yang mencapai 144,64 juta orang.
Melalui Sinema Inklusi Nusantara, Yayasan Happyself membangun ekosistem kerja kreatif yang melibatkan penyandang disabilitas secara profesional dalam berbagai tahapan produksi film, mulai dari pengembangan ide, penulisan naskah, produksi, penyuntingan, hingga distribusi karya.
Model kerja yang diterapkan berbasis proyek, kolaboratif, dan fleksibel. Pola ini dinilai lebih sesuai dengan karakter kerja kreatif yang nonlinier dan berbasis emosi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan pandangan World Health Organization (WHO) yang menyebut disabilitas sebagai hasil interaksi antara kondisi individu dan lingkungan. Dengan lingkungan kerja yang inklusif dan adaptif, hambatan dapat dikurangi dan potensi individu berkembang secara optimal.
Program ini juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui keterlibatan langsung dalam industri film dan kreatif.
“Film bukan hanya medium bercerita, tetapi juga medium kerja dan penghidupan. Ketika penyandang disabilitas diberi ruang untuk berkarya sesuai dengan cara kerja otaknya, mereka dapat menghasilkan karya sekaligus membangun masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat,” tambah perwakilan Yayasan Happyself Harmony Family.
Melalui peluncuran Sinema Inklusi Nusantara, Yayasan Happyself Harmony Family menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem kerja yang inklusif serta memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas untuk berdaya secara ekonomi dan sosial.
HENNI S.
