youngster.id - Video pendek di laman Shorts mulai menjadi perhatian para orang tua. Pasalnya anak kerap terkena doom scrolling, yaitu kebiasaan menggulirkan video tanpa henti. Kebiasaan ini bisa memicu berbagai gangguan pada anak seperti kecemasan, depresi, memicu perilaku agresif, dan menciptakan memori buruk pada anak.
Peduli akan hal ini YouTube meluncurkan fitur blokir short. Fitur ini memungkinkan orang tua mengatur berapa lama anak dapat menggulir video Shorts.
“Orang tua kini dapat membantu remaja lebih bijak dalam menonton,” tulis perusahaan melalui laman resmi, dikutip Kamis (22/1/2026).
Dijelaskan, fitur ini memberikan pilihan kontrol untuk mengatur jumlah waktu yang dihabiskan dalam menggulir Shorts. Batasan jumlah waktu ini diberikan mulai dari nol menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit, satu jam, dua jam, dan off atau tidak dibatasi. Itu berarti, orang tua bisa memblokir sepenuhnya akses Shorts saat anak menggunakan YouTube.
Orang tua juga bisa mengendalikan batas waktu menonton Shorts sesuai kebutuhan anak, sehingga tidak kecanduan menggulir video pendek.
YouTube mengungkapkan itu merupakan fitur pertama di industri yang memberikan kendali penuh kepada orang tua atas jumlah konten berdurasi pendek yang ditonton anak-anak. Bahkan, YouTube menambahkan fitur lain yang bisa dimanfaatkan orang tua dalam mengawasi anak saat mengakses platform video online ini.
“Orang tua dari akun yang diawasi akan dapat mengatur pengingat waktu tidur dan istirahat khusus untuk remaja,” ungkapnya.
Orang tua juga bisa menggunakan paket YouTube Family agar bisa dikontrol dalam Google atau memanfaatkan aplikasi Google Family Lin.
Berikut cara mengaktifkan fitur blokir short:
- Punya akun YouTube yang sama dengan anak
- Buka profil Masuk ke menu setting
- Lalu pilih Time Management
- Aktifkan fitur pengingat waktu tidur dan atur sesuai keinginan
- Aktifkan fitur pengingat istirahat khusus dengan memilih pilihan waktu sesuai kebutuhan
- Aktifkan Shorts Feed Limits dengan memilih waktu batasan sesuai keinginan
STEVY WIDIA

















Discussion about this post