youngster.id - ZTE Corporation resmi menjalin kemitraan strategis dengan MyRepublic Indonesia melalui “Project Ascend” untuk menghadirkan MyRepublic Air. Layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) ini dirancang untuk mempercepat pemerataan akses internet broadband di luar pusat perkotaan Indonesia.
Hendra Gunawan, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, menegaskan bahwa broadband kini telah menjadi infrastruktur esensial bagi masyarakat.
“Melalui kemitraan dengan ZTE, kami berupaya memastikan MyRepublic Air hadir menyediakan akses internet yang andal dan terjangkau bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal,” ujar Hendra, dikutip Jum’at (20/2/2026).
Inisiatif ini memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang diperoleh MyRepublic melalui proses lelang Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Melalui kolaborasi ini, ZTE dan MyRepublic berkomitmen menghadirkan konektivitas inklusif yang mendukung transformasi digital nasional.
MyRepublic Air ditargetkan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal oleh infrastruktur kabel. Cakupan wilayah yang direncanakan meliputi: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, serta Bali dan Nusa Tenggara.
Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat infrastruktur digital di wilayah tertinggal dan terpencil guna mendukung sektor pendidikan, kesehatan, UMKM, dan layanan publik.
Penggunaan spektrum 1,4 GHz memungkinkan penyediaan layanan broadband yang lebih efisien di wilayah dengan kepadatan menengah hingga rendah. Teknologi ini melengkapi infrastruktur fiber yang sudah ada, memberikan solusi internet cepat tanpa harus menarik kabel fisik ke setiap rumah.
ZTE, sebagai mitra teknologi, menyediakan solusi jaringan end-to-end yang komprehensif, meliputi: Radio Access Network (RAN), Customer Premises Equipment (CPE), Jaringan Inti (Core Network), dan Wireless Backhaul dan Sistem Kelistrikan.
Richard Liang, President Director ZTE Indonesia, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat inovasi digital.
“Kemitraan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem broadband yang lebih tangguh dan inklusif, mendorong pertumbuhan digital yang berkelanjutan, serta memberdayakan pelaku usaha di berbagai wilayah,” pungkas Richard.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post