Veiris, Ekosistem Verifisikasi Pelanggan Berbasis Blockchain

Teknologi visual komputer untuk proses Know Your Customer (KYC) bagi perusahaan. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Selama ini, perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, teknologi finansial, wisata, serta asuransi harus mengumpulkan foto kartu identitas yang menampilkan wajah pelanggan untuk memverifikasi identitas mereka. Namun kini hadir teknologi verifikasi berbasis blockchain.

Teknologi ini dihadirkan oleh Veiris perusahaan teknologi dengan teknologi visual komputer untuk membantu proses Know Your Customer (KYC) bagi perusahaan. “Veiris ingin menjadi landasan utama dalam jaringan KYC, terutama untuk perusahaan di sektor fintech, pariwisata, bank, asuransi, dan perusahaan lainnya,” kata Anwar Yunus CEO Veiris dalam keterangannya baru-baru ini.

Selain Anwar, startup ini digwangi oleh, Gabriel Rey sebagai Chief Technology Officer, dan Kevin Chen sebagai Chief Operating Officer. Sebelumnya, Anwar mendirikan salah satu situs kupon promo terbesar di Indonesia, yaitu Dealjava. Rey adalah pendiri dan CTO Triv, sebuah bitcoin exchange. Sementara Kevin adalah pengusaha Singapura yang mendirikan Keytech Group, sebuah perusahaan yang melayani sektor infrastruktur dan keamanan IT.

“Veiris membantu para pelaku bisnis untuk memverifikasi kebenaran identitas lewat algoritma gambar, wajah, warna, serta tulisan. Dengan begitu, kami percaya bahwa Veiris bisa membantu mereka mendapatkan penghasilan lebih tinggi dengan memastikan orisinalitas dan kepemilikan dokumen gambar yang akurat,” kata Anwar lagi.

Baca juga :   Koperakyat Jawara BRI Digital Challege

Menurut dia, kehadiran Veiris untuk menjawab masalah dalap proses pelayanan pelanggan menjadi terhambat karena verifikasi yang memakan banyak waktu. Sementara bagi pelanggan, mereka pun harus menunggu lama sampai perusahaan berhasil membenarkan identifikasi mereka.

Proses ini memakan waktu beberapa jam, bahkan beberapa hari, tergantung pada jenis dan kapabilitas perusahaan. Dengan Veiris, kini perusahaan dan bank bisa menggunakan ekosistem visual komputer yang terdesentralisasi, untuk memverifikasi data pelanggan dengan lebih cepat, seperti dari gambar wajah, warna dokumen, hingga informasi tulisan dengan institusi mitra.