Wild Digital Indonesia 2018 Konferensi Teknologi se-Asia Tenggara

Wild Digital pertama kali digelar pada tahun 2015 oleh penyelengara Catcha Group. (Foto: twitter/youngster.id)

youngster.id - Perkembangan startup di Asia Tenggara sangat pesat. Untuk itu Konferensi teknologi Wild Digital, kembali digelar pada 6 Desember 2018. Akan ada 38 CEO, founder, dan orang-orang terbaik di industri teknologi di Asia Tenggara akan menjadi pembicara dan berbagi ilmu di acara tersebut.

Wild Digital akan berlangsung di Hotel Westin Jakarta. Berbeda dari konferensi teknologi lainnya karena memiliki kriteria pembicara yang kuat, peserta yang merupakan founder dari startup terdepan, CEO dari sejumlah merek terbesar dunia, dan modal ventura teratas.

Para pembicara yang akan hadir di antaranya Co-Founder & Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison, Founding Partner Golden Gate Ventures Vinnie Lauria, Co-Founder & COO/CDO Snapcart Teresa Condicion, Chairman iflix Indonesia Alexander Rusli, dan masih banyak lagi para eksekutif startup teknologi yang akan memeriahkan konferensi Wild Digital 2018.

“Indonesia adalah rumah bagi beberapa bisnis digital yang paling cepat berkembang di dunia, maka dari itu kami tidak sabar untuk kembali mengadakan Wild Digital. Saya pribadi bersemangat untuk melihat apakah Indonesia dapat memimpin dalam menghasilkan ‘nexicorn’ paling banyak (startup bernilai di atas 100 juta dolar AS) di dunia,” kata Patrick Grove CEO & Co-Founder of Catcha Group dalam keterangannya, Jumat (30/11/2018) di Jakarta.

Baca juga :   Generasi Milenial Lebih Pilih Jadi Pengusaha

Semua pembicara yang hadir di Wild Digital telah berinvestasi kolektif sebesar US$19,76 miliar untuk sektor digital dan teknologi di wilayah Asia Tenggara.

Konferensi Wild Digital 2018 akan menyajikan beberapa hal menarik, meliputi pertemuan Venture Capital Speed Dating dengan MDI Ventures, Vickers, dan Convergence Ventures, pertemuan tatap muka dengan peserta konferensi lainnya melalui platform Rapid Mingle.
Kemudian, presentasi dan diskusi pada topik seputar artificial intelligence, fintech, blockchain, augmented reality, dan memprediksi unicorn Indonesia selanjutnya.

Wild Digital pertama kali digelar pada tahun 2015 oleh penyelengara Catcha Group, dengan tujuan mengumpulkan para pemimpin internet di Asia Tenggara untuk saling berbagi pengalaman. Selama empat tahun terakhir, acara ini telah menjadi konferensi teknologi terkemuka Asia Tenggara dan berkembang sebesar 25% setiap tahunnya.

STEVY WIDIA