Young Health Programme: Mengurangi Perilaku Beresiko Pada Remaja

Peluncuran Young Health Programme. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - PT AstraZeneca, Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) beserta Kemenkes bekerjasama meluncurkan Young Health Programme yang berfokus pada penanganan kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti : kanker, jantung, jantung dan saluran pernapasan.

Krishnanand Atreya Presiden Direktur PT AstraZeneca menjelaskan, program YOH bertujuan untuk mengurangi perilaku beresiko diantara remaja seperti merokok, konsumsi alkohol yang berbahaya, diet tidak sehat dan kurangnya aktifitas fisik maupun olahraga yang dapat menyebabkan PTM di kemudian hari.

“YHP mencerminkan komitmen kami terhadap layanan kesehatan berkesinambungan dan merupakan tindaklanjut atas Nota Kesepahaman dengan Kemenkes RI tahun lalu sebagai bagian dari kerangka kerja healty lung. Kami percaya untuk meningkatkan kesehatan dari generasi selanjutnya, kami harus melindungi kesehatan remaja saat inu dan kami memiliki peran dalam mewujudkannya,” ucap Krishnanand di acara YPH 2018 saat ditemui Selasa (14/8/2018) di Plaza Kuningan Jakarta.

Kegiatan ini menindaklanjuti, nota kesepahaman (MoU) PT AstraZeneca, YPII dengan kementrian Kesehatan RI. dr. Theresia Sandra Dian Ratih, MHA, Kepala Sub Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Paru dan Gangguan Imunologi Kementrian Kesehatan Ri mengungkapkan di Indonesia saat ini perilaku merokok sangat memprihatinkan.

Baca juga :   UMKM Jadi Isu Penting di APEC

Bahkan menurutnya, hampir sepertiga penduduk usia lebih dari 15 tahun adalah perokoj sebesar 36%, perokok laki-laki 66% atau hampir dari 2 dari 3 laki-laki adalah perokok. Sedangkan perempuan 6,7%. Peningkatan perokok yang sangat tajam terjadu juga pada kelompok anak-anak dan remaja pada laki-laki usia 15-19 tahun meningkat lebih dari 2 kali lipat dari 2,2% pada tahun 2001 menjadi lebih dari 54% pada tahun 2016.

“Tentunya gaya hidup tidak sehat ini memberikan kontribusi sebesar 80% penyebab PTM yang sebetulnya sangat mungkin untuk dicegah. Selain gaya hidup tidak sehat, PTM juga disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan,” papar dr Theresia.

“Oleh karena itu, PTN merupakan salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan sekarang dan di masa mendatang. Jadi melalui Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) ini kami selalu berupaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat dan mendorong masyarakat mengubah perilaku yang tidak sehat serta membudayakan gaya hidup sehat,” pungkasnya.

FAHRUL ANWAR

Baca juga :   HUT RI Ke-71, PT Telkom Gelar Bakti Sosial di Desa Terpencil