Amadeus Driando Ahnan-Winarno : Kenalkan Tempe Sebagai Makanan Bernutrisi Ke Masyarakat Eropa

Amadeus Driando Ahnan-Winarno (Amando)

Amadeus Driando Ahnan-Winarno (Amando), Cofounder & CTO Bbetter Netter (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Masalah kekurangan gizi masih menjadi salah satu isu penting yang dihadapi bangsa Indonesia. Faktor kesehatan serta pemenuhan gizi seimbang menjadi kebutuhan dasar yang sepatutnya harus dipenuhi semua orang. Sayangnya, hingga kini masih saja ditemukan berbagai permasalahan gizi yang melanda negeri ini.

Fenomena tersebut ditangkap oleh Amadeus Driando Ahnan-Winarno,  bersama rekannya Chris, dengan mendirikan usaha rintisan bernama Better Neter. Melalui Better Neter ini keduanya memiliki misi ingin memberikan masyarakat luas akses kepada makanan yang bernutrisi, ramah lingkungan, dan terjangkau dengan menggunakan tempe sebagai makanan asli Indonesia.

Selain itu, menurut pria yang akrab disapa Amando ini, alasan lain mereka mendirikan Better Neter karena ada fenomena kekurangan gizi di Indonesia serta kelebihan gizi di dunia Barat. “Usaha ini adalah salah satu upaya saya untuk membantu menciptakan solusi untuk masalah-masalah tersebut,” tegas Amando, yang bertindak Cofounder & CTO Better Neter, kepada youngster.id baru-baru ini.

Diceritakan Amando, usaha rintisan itu berawal dari keikutsertaannya dalam sebuah kompetisi Bioteknologi di University of Cambridge, Inggris, tahun 2018. Ia dan Chris terpilih di antara 100 finalis dari ribuan pendaftar. Ide inovasinya menggunakan fermentasi tempe untuk membuat makanan yang bernutrisi, ramah lingkungan, dan terjangkau, mengantarkan mereka memenangi kompetisi tersebut sebagai juara pertama.

“Hadiah dari lomba tersebut hanya boleh digunakan untuk membangun perusahaan. Lalu, kami mendirikan Better Netter yang bergerak sebagai food startup tempe yang menjual sumber-sumber protein bernutrisi, ramah lingkungan, dan terjangkau menggunakan tempe,” kata Amando.

Disebutkan Amando, dalam menjalankan proses kerjanya, Better Netter berinovasi dengan tempe. Misalnya, meningkatkan cita rasa, tekstur, kandungan vitamin dan memasarkan produknya di Eropa seperti Inggris, Jerman dan Perancis.

Pemilihan target konsumen yang menyasar masyarakat di Eropa dikarenakan saat ini semakin banyak orang yang mencari makanan bernutrisi dan mudah dikonsumsi. “Karenanya penjualan produk Better Netter malah meningkat meski di masa Pandemi Covid-19,” klaim Amando.

Menurut Amando, kunci sukses dalam memasarkan produk makanan bernutrisi adalah untuk menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan mendasar manusia yang dieksekusi secara baik, dalam arti mempermudah hidup orang lain dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, makanan sehat yang mudah dimasak dan enak.

“Kebetulan di Eropa semakin banyak orang-orang yang mencari makanan bernutrisi dan mudah dikonsumsi, sehingga penjualan produk kami malah meningkat,” katanya lagi.

 

Di tangan Amando dan Chris, produk makanan berbahan baku tempe (kedelai) diolah menjadi makanan berprotein yang menarik dan disukai masyarakat Eropa (Foto: Istimewa/youngster.id)

 

Gaya Kemasan

Pria kelahiran Bogor, 4 November 1992 ini mengungkapkan untuk mempermudah para konsumen di Eropa mendapatkan produknya, maka produk Better Netter pun dipasarkan di online store dan supermarket. “Untuk model bisnis yang kami lakukan selama ini, kami menjual tempe siap masak, beberapa sudah diberi bumbu. Dan, untuk pemasarannya melalui toko online dan supermarket,” jelas Amando.

Selain memiliki rasa yang enak dan kandungan nutrisi yang menyehatkan, produk Better Neter juga dikemas dengan gaya menyenangkan. Menurut Amando, hal itu yang membedakan Better Neter dengan usaha sejenis. “Jadi setiap produk kami dikemas dengan gaya yang menyenangkan, selain rasanya enak dan kandungan nutrisinya menyehatkan. Dan cara ini adalah satu-satunya yang dapat membedakan Better Netter dari produk sejenis,” klaim Amando.

Kendati begitu, diklaim pria yang hobi main tenis dan menulis lagu ini untuk membangun food startup ini ia tidak mengeluarkan modal awal satu sen pun. “Kami membuka usaha rintisan ini tanpa modal, karena berawal dari mengikuti lomba. Paling modal dana pribadi untuk membeli tiket pesawat ke Inggris untuk mengikuti lomba,” ucap Amando sambil tertawa.

Toh, bukan berarti pengembangan usaha Better Neter tidak serius. Sebaliknya, Better Neter dibangun dan dikelola dengan totalitas. Misalnya, sebelum produk Better Netter diluncurkan ke khalayak luas, diperlukan waktu yang cukup panjang untuk melakukan sederet penelitian. Menariknya, riset dan penelitian tersebut dilakukannya di Amerika Serikat.

“Saya secara umum meneliti tempe sejak tahun 2015 di Massachusetts, Amerika Serikat. Untuk Better Nature sendiri, produk didesain sejak 2018 dan mulai dijual pada Januari 2020. Begitu juga, ketika kami memonetisasi food startup ini. Jadi seperti usaha produk makanan fast moving consumer goods pada umumnya,” ujar pria yang meraih Ph.D bidang Food Science dari University of Massachusetts Amherst.

Selain melalui proses riset dan penelitian yang panjang, keseriusan Amando dalam mengembangkan usaha rintisannya tersebut ditunjukkan dengan merekrut tim yang kompeten dan solid, baik yang berkantor di Battersea Park Rd, London maupun yang di Indonesia. Kedua tim memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda. Tim yang berada di Inggris lebih bertanggung jawab ke sisi bisnis, yaitu menangani penjualan dan distribusi. Sedangkan tim yang berada di Indonesia bertugas untuk menangani penelitiannya. “Anggota tim Better Nature didominasi oleh ilmuwan dari bidang Biokimia, Ilmu Pangan, dan Psikologi,” tegas Amando.

Dari sisi produk, diklaim Amando, produk Better Neter menggunakan bahan-bahan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi seperti tempe (kedelai), rempah dan bumbu makanan alami lainnya. “Bahan-bahan yang biasa kami gunakan di sini mulai dari tempe, rempah, dan bumbu makanan alami lainnya. Selanjutnya tempe yang sudah diberi bumbu dan siap dipanaskan,” kata Amando.

Tak mengherankan, hasil yang diperoleh pun sangat memuaskan, baik pencapaian pertumbuhan bisnis yang terus meningkat maupun keberhasilan meraih prestasi. Kini, Better Neter sudah mampu membukukan omzet lebih dari Rp 400 juta per bulan.

“Setelah usaha ini didirikan, beberapa pencapaian prestasi tentunya juga pernah kami dapat. Di antaranya kami pernah memenangkan 5 penghargaan di 4 negara berbeda, yaitu Inggris, Perancis, Belanda, dan Jerman. Salah satunya dalam konferensi institusi makanan nabati terbesar di dunia Good Food Conference. Better Nature juga dalam 3 teratas produk vegetarian terlaris di Amazon UK. Kami memecahkan rekor penggalangan dana investasi via website Seeds awal tahun ini,” papar Amando dengan bangga.

Menurut Amando, berdirinya Better Neter ini tentu banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, terutama kalangan milenial. Misalnya, selain secara rutin memberikan pilihan produk makanan yang bernutrisi, ramah lingkungan, dan terjangkau, Better Netter juga senantiasa menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk kebersihan lingkungan. “Kami menyalurkan dana perusahaan untuk membersihkan plastik dari lingkungan lebih banyak dari jumlah yang kami produksi,” ucapnya.

 

Melalui Better Neter, Amando berharap selain dapat menciptakan produk-produk yang lebih enak, bernutrisi, ramah lingkungan, dan terjangkau, saya juga ingin mengekspor produk dari Indonesia, dan memperbesar kontribusi sosial dan lingkungan (Foto: Istimewa/youngster.id)

 

Strategi Bisnis

Diakui Amando, pengembangan usaha Better Neter tidak selamanya berjalan mulus. Bahkan sejak usaha ini dirintis, kendala dan tantangan senantiasa muncul. Mulai dari kesulitan mengikuti keinginan pasar hingga pivot.

“Terutama pada tahap awal, ya. Ketika saya mendirikan usaha ini benar-benar memakan waktu hampir sepanjang hari. Sementara itu, saya juga mesti menyelesaikan S3. Bikin stres deh. Tetapi juga sungguh menantang. Solusinya adalah merekrut orang yang tepat dan mendelegasikan tugas seawal mungkin,” kata Amando sambil tertawa.

Menurut Amando, tantangan yang dirasakanya terutama dalam hal bagaimana menemukan kecocokan antara produk dan pasar sehingga masyarakat mau membeli. “Bahkan, kami beberapa kali mesti mengubah haluan perusahaan dari segi produk, kemasan, dan brand,” ungkapnya.

Toh, Amando mampu melalui tantangan yang ada. Bahkan, Better Neter mampu menghadapi persaingan usaha. Strateginya? Menurut alumni jurusan Bioteknologi Unika Atma Jaya Jakarta ini, dalam menghadapi persaingan usaha ia selalu menganalisis positioning masing-masing usaha dan selalu berupaya memosisikan diri sebagai perusahaan yang berbeda dari segi produk, branding, dan nilai yang ditawarkan produk.

Selain itu, dia juga selalu melakukan pendekatan sosial dengan cara menjalin hubungan untuk publikasi melalui media dan sosial media agar usahanya bisa semakin dikenal luas oleh masyrakat.

Hasilnya, kini produk Better Netter sudah dapat dinikmati oleh masyarakat di tiga negara, yaitu Inggris, Perancis, Jerman. Saat ini ketersediaan produk Better Netter juga dapat dengan mudah ditemukan di berbagai toko di Inggris. “Kami bersyukur sekarang produk Better Netter sudah bisa didapat di lebih dari 200 toko di Inggris.

Lebih dari itu, Better Netter mampu memproduksi sebanyak 1500 bungkus tempe setiap bulannya dengan harga jual yang cukup terjangkau bagi masyarakat di Eropa mulai dari harga yang paling murah senilai GBP2.99 per 200 gram hingga GBP3.29 per 120 gram.

Tak cukup puas sampai di situ, rencana pengembangan bisnis dalam waktu dekat telah disiapkan Amando. Salah satu pengembangan usaha yang sedang dilakukannya adalah masuk ke supermarket-supermarket terbesar di Inggris.

“Selain dapat menciptakan produk-produk yang lebih enak, bernutrisi, ramah lingkungan, dan terjangkau, saya juga ingin mengekspor produk dari Indonesia, dan memperbesar kontribusi sosial dan lingkungan,” tutup Amando.

 

=======================

Amadeus Driando Ahnan-Winarno

=======================

 

FAHRUL ANWAR

Exit mobile version