Gibran Rakabuming : Lawan Arus Dengan Produk Kuliner Lokal

GibranRakabuming, Founder & Owner berbagai bisnis, seperti: Katering Chilli Pari, Kafe Markobar, Pastel (Pasta Buntel). Icolor, Goola, Mangkokku (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B) masih mendominasi sektor bisnis waralaba di Indonesia. Hal ini sejalan dengan besarnya pasar. Peluang ini juga ditangkap oleh pebisnis lokal, terutama anak-anak muda dengan menghadirkan gerai F&B berkonsep lokal dengan kemasan kekinian.

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) optimistis pertumbuhan bisnis franchise atau waralaba di Indonesia pada tahun ini dapat tumbuh 10% secara tahunan (yoy), baik untuk transaksi maupun jumlah pemain. Pertumbuhan tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 5%- 6%. Produk makanan dan minuman (mamin) tetap mendominasi bisnis ini.

Peluang ini juga dilirik oleh Gibran Rakabuming. Pengusaha muda ini terbilang agresif membuka gerai produk F&B. Terbaru adalah gerai Goola, yang menyajikan aneka produk minuman tradisonal Indonesia yang telah dikemas secara modern.

“Dengan hadirnya Goola, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan mengedukasi masyarakat terhadap produk asli Indonesia melalui modernisasi minuman tradisional,” kata Gibran, dalam peresmian gerai Goola kelima di Pasific Place, Jakarta baru-baru ini.

Menurut Gibran, Goola ingin menjawab tantangan pasar yang selama ini dibanjiri oleh produk minuman dari luar negeri. “Kami melihat banyak brand luar yang menguasai pangsa pasar F&B. Kami tidak ingin ketinggalan dalam hal ini. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengangkat dan mengedukasi masyarakat Indonesia supaya bisa lebih bangga untuk mengonsumsi minuman asli Indonesia lewat Goola,” ucap Gibran lagi.

Di sisi lain, Gibran mengaku melihat ada banyak makanan dan minuman khas Indonesia yang belum dieksplor oleh masyarakat. “Kita punya banyak banget resep minuman makanan lokal. Kalau kita mau bikin ribuan menu berapa pun bisa. Soalnya di Indonesia tuh banyak banget minuman dan makanan yang perlu dieksplor,” katanya.

Di tengah gempuran produk makanan dan minuman brand asing, menurut Gibran, sebenarnya minuman dan makanan khas Indonesia tidak kalah berkualitas. “Indonesia itu kaya, tiap daerah punya signature dish banyak, kalau buat packaging baik dan pas pasar milenial pasti bisa,” katanya dengan penuh keyakinan.

Gibran menegaskan, ide untuk mendirikan gerai minuman ini lantaran dirinya ingin masyarakat Indonesia, terutama anak muda, bangga dengan makanan dan minuman khas Indonesia. Apalagi di tengah ramainya minuman dan makanan merek luar negeri di berbagai pusat perbelanjaan.

“Kami ingin anak muda Indonesia bangga dengan minuman dan makanan khas Indonesia. Seperti menu es doger, di sini kami ingin anak Indonesia bangga, kemudian dia posting di sosmed. Jadi mereka punya kebanggaan terhadap produk lokal dari resep tradisional yang khas,” kata pria lulusan University of Technology Insearch, Sydney, Australia itu.

Autentik dan Kekinian

Goola merupakan bisnis hasil kolaborasi Gibran dengan Kevin Susanto dan Benz Budiman pada pertenganah 2018. Gerai pertama Goola berada di sebelah gerai Markobar di Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat. Dan dalam waktu singkat gerai Goola sudah ada di pusat berbelanjaan Plaza Indonesia, Pasific Place, perkantoran Tokopedia Tower dan Goola X Padang Merdeka, Mall Kelapa Gaiding.

“Baru sekarang kami dapat formula yang pas untuk mendorong Goola ini. Kami dari awal berkomitmen untuk keluarkan produk yang bener-bener seratus persen resep lokal,” jelas Gibran.

Dijelaskan kolega bisnisnya Kevin, Goola menggunakan resep asli Indonesia yang dikemas secara modern. “Kami memilih menggunakan resep minuman asli Indonesia yang kemudian bisa di-twist supaya bisa lebih modern dan dinikmati semua kalangan,” kata pengusaha muda ini.

Gibran menambahkan bahwa minuman yang dijualnya merupakan minuman autentik, namun dikemas dengan gaya kekinian. “Intinya kami ingin minuman ini autentik, dan kami ingin rasa yang tradisional dan packaging kekinian,” katanya.

Gerai dari Goola juga sengaja hadir di pusat perbelanjaan mewah seperti mall Plaza Indonesia, Pasific Place dan sejumlah perkantoran. Karena sasaran mereka adalah masyarakat urban yang memang menggemari minuman dengan sajian kekinian.

Gibran juga menilai kemasan minuman yang menarik membuat masyarakat Indonesia kemudian berpikir minuman asal luar negeri lebih keren. Dari sini, lanjut Gibran muncullah ide untuk mempopulerkan minuman khas Indonesia. Ia mengubah tampilan minuman tradisional dengan kemasan yang lebih menarik dan Instagramable. Harapannya, minuman-minuman tradisional ini akan mengembalikan mindset masyarakat Indonesia untuk mencintai minuman tradisional.

Mereka membuat lebih dari 22 kreasi minuman. Dan tidak kalah dengan tren brown sugar dan bubble tea, Goola juga menghadirkan versi lokal yaitu Es Goola Aren yang menggunakan bubble ala Indonesia yaitu sagu mutiara serta susu kelapa dan gula aren.

“Kami kemas lebih menarik. Lalu kalau orang itu makan es doger sebisa mungkin enggak perlu pakai sendok dan mangkok, disedot saja. Nah cara-cara itu sih untuk mengenalkan minuman kita kepada anak muda. Pokoknya, kami bikin minuman khas Indonesia, minuman yang benar-benar lokal, tradisional yang dikemas sebaik mungkin agar bisa dinikmati anak muda,” lanjut Gibran.

Selain itu, ada juga minuman tradisional seperti es doger, es ketan hitam, es cincau, dan es blewah. Ada juga minuman kopi, teh dan refreshing series seperti es jeruk nipis mutiara. Minuman yang ditawarkan Goola dibanderol dengan harga mulai dari Rp18.000-Rp30.000 per gelas, dan dapat dipesan melalui aplikasi pemesanan online.

Alhasil, minuman yang ditawarkan Goola sangat familiar dengan lidah masyarakat Indonesia. 

Gibran Rakabuming dan cofounder Goola lainnya: Kevin Susanto dan Benz Budiman. Mereka menargetkan akan membuka 100 gerai hingga akhir 2020 (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

Kolaborasi

Dengan konsep minuman tradisional, Gibran yakin Goola akan meraih pasar yang luas. “Kami percaya diri. Contoh minuman ini (es doger, es cincau, es kacang hijau) familiar dengan orang Indonesia. Orang Indonesia itu minumnya ini, bukan minum thai tea atau boba,” ujarnya.

Sejatinya, tangan dingin Gibran sebagai pebisnis sudah teruji sejak dia merintis bisnis catering Chilli Pari pada Desember 2015. Tanpa memanfaatkan posisi orang tua, putra sulung Presiden RI Joko Widodo dan Iriana ini berhasil mengembangkan bisnisnya menjadi besar dengan aneka konsep.

Di tahun 2016, Gibran membuka bisnis Markobar, kafe yang menjual aneka martabak manis yang tren di kalangan anak muda. Kini, Markobar telah memiliki lebih dari 30 cabang yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Tidak hanya Chili Pari dan Markobar, Gibran juga menjajal bisnis kedai kopi dan olahan ceker ayam, dan membuka gerai Paster (Pasta Buntel). Gibran mengaku tidak malu memulai usaha meskipun kecil. “Yang penting jangan malu untuk memulai dari sesuatu yang kecil. Jadi kalau saya prinsipnya daripada ikut orang lain lebih baik buka warung kecil bisa jadi,” pungkas ayah dari Jan Etes itu.

Selain di bidang kuliner, suami dari Selvi Ananda ini juga menjajal bisnis baru di bidang reparasi produk kenamaan Apple dengan nama Icolor. Konsep yang ditawarkan juga menarik, karena customer tinggal menunggu di rumah. Nantinya tukang reparasi akan datang ke lokasi. Kemudian, pria yang memiliki jiwa wirausaha ini pun kembali berkolaborasi dengan adik bungsunya untuk meramaikan bisnis e-commerce dengan berjualan jas hujan bertuliskan “Tugas Negara Bos!”

Pria yang penah menjadi ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo ini tidak berhenti mengembangkan bisnis. Bersama sang adik dan Chef Arnold Poernomo mereka juga membuka bisnis kuliner dengan menu andalan rice bowl di Jakarta pada awal Juli 2019 lalu.

Untuk Goola, Gibran menargetkan akan membuka 100 gerai hingga akhir 2020. Termasuk menjalin kerjasama dengan pengusaha di bidang kuliner lewat lini Goola X. “Saya ingin bisnis ini berkembang dan dapat mendorong masyarakat terutama generasi muda mencintai dan bangga mengkonsumsi produk lokal,” pungkasnya.

===========================================

Gibran Rakabuming

  • Tempat Tanggal Lahir : Solo, 1 Oktober 1987
  • Pendidikan Terakhir   : University of Technology Insearch, Sydney, Australia
  • Karier                            : Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo
  • Founder & Owner       : Katering Chilli Pari, Kafe Markobar,  Pastel (Pasta Buntel). Icolor, Goola, Mangkokku

===============================================

STEVY WIDIA