Liana Dewi dan Friska Arfanty : Penuhi Kebutuhan Para Ibu di Era Milenial

Liana dan Friska sukses mengembangkan bisnis fesyen khusus produk kebutuhan ibu hamil, menyusui dan bayi (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

youngster.id - Hasil penelitian Google baru-baru ini mendapati bahwa hampir sebagian besar pengguna Internet Indonesia mengandalkan dunia maya untuk mencari tahu tentang perawatan dan pengasuhan bayi. Tentunya, fakta itu menjadi peluang besar bagi para pelaku industri kreatif produk parenting.

Hasil  riset Google bersama Kantar Worldpanel dan Kantar TNS (2017) menyebutkan bahwa 1 dari 4 pengguna Internet di Indonesia merupakan seorang ibu. Dan 7 dari 10 (69%) pengguna Internet Indonesia melakukan riset produk perawatan bayi secara online. Artinya, mereka telah mengalihkan pencarian informasi, mulai dari tip mengasuh anak, kesehatan hingga belanja kebutuhan melalui perangkat tersebut.

Berangkat dari kondisi ini dua perempuan muda yaitu Liana Dewi dan Friska Arfanty memberanikan diri membangun bisnis fesyenn untuk ibu menyusui dan bayi dengan brand Pink Petals.

Dijelaskan Liana, alasan mereka berdua memutuskan mendirikan Pink Petals adalah untuk memenuhi kebutuhan para perempuan muda yang masih ingin terlihat tampil gaya saat hamil, atau ketika menyusui. Dan itu juga terhubung erat dengan sang buah hati.

“Kami mendapati bahwa sangat susah mencari produk untuk ibu hamil dan menyusui buatan lokal dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Kebanyakan yang ditemui masih produk impor, dan harganya masih sangat mahal. Nah, melihat kebutuhan yang banyak diperlukan oleh ibu dan diminati oleh pasar itulah Pink Petals ini berdiri,” ungkap Liana, yang bertindak sebagai Chief Marketing Oficer Pink Petals kepada Youngster.id belum lama ini.

Dengan bermodalkan dana yang terbatas, lahirlah Pink Petals yang menawarkan produk fashion item bagi kalangan ibu muda. Usaha ini didirikan pada tahun 2015 dengan produk andalan adalah infinity scarf. “Itu adalah item fashion yang memiliki fungsi sebagai aksesori, sekaligus penutup dada ketika ibu menyusui,” jelas Friska, yang bertindak sebagai Chief Operating Officer Pink Petals.

Produk ini mereka rancang dan buat dengan menggunakan bahan katun rayon buatan lokal. Ternyata, produk yang dipasarkan melalui media sosial ini menarik perhatian pasar. Rupanya, para ibu muda terutama yang tinggal di kota besar melihat scarf ini sebagai bagian dari kebutuhan mereka untuk tetap tampil menarik di depan umum, termasuk ketika sedang menyusui.

“Kami nggak pernah menyangka, dua tahun berdiri respon dari ibu-ibu khususnya pertama kali kami bikin produk sudah sangat positif. Makanya, kami terus berkembang dari yang cuma punya satu kategori hingga menciptakan produk baru. Kami juga kini memiliki offline ada di beberapa store, dan ada di beberapa kota di Indonesia, seperti Major Departemen Store Alun-Alun di Grand Indonesia, di Galeri Plaza Indonesia Lavayett, dan di store di Bali,” imbuh Liana.

Baca juga :   Bukalapak Dukung Pemerintah Digitalisasi UMKM Indonesia

 

Liana Dewi, Co-founder & Chief Marketing Officer Pink Petals (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

 

Modal Patungan

Usaha ini dimulai dengan modal patungan dari para foundernya. Mereka yakin, dengan kerjasama usaha ini akan berhasil. Mulai dari mencari bahan, produksi hingga pemasaran. “Kami tetap harus turun tangan sebagai founder. Selain itu, kami juga punya small workshop yang di produksi secara in house,” ujar Friska.

Diklaim Friska, untuk memenuhi produk yang ada di Pink Petals mereka melakukan sendiri mulai dari pencarian bahan bahan, pembuatan produk hingga terkait masalah pemasaran produk. Selain itu, mereka juga mesti mengutamakan keamanan dan kenyamanan di dalam setiap produknya. Pasalnya, produk yang mereka pasarkan diperuntukan bagi ibu dan bayi.

“Jadi produk yang kami ciptakan ini menggunakan bahan yang paling aman, termasuk nyaman untuk anaknya juga. Karena, banyak pelanggan bertanya, bahannya menggunakan apa. Itu salah satu hal penting yang turut kami perhatikan di sini untuk memberikan jaminan bahwa produk Pink Petals ini nyaman,” imbuh Liana mengklaim.

Mereka memutuskan untuk menggunakan bahan katun rayon. Selain itu, mereka juga mengikuti tren fesyen terkini dan menghadirkan model terbaru yang berganti tiap musim.

“Jadi selain nyaman dan aman digunakan kami juga tetap mempertahankan agar produk yang digunakan tetap terlihat stylish ketika digunakan oleh ibu dan anak tersebut. Karena di mata kami, seorang ibu harus merasa percaya diri dengan fesyen yang dikenakan. Jadi hal ini juga yang kami selalu tekankan di dalam produk kami,” terang Liana.

Ternyata strategi itu berhasil. Friska mengatakan selama 2 tahun pertumbuhan bisnis sangat bagus.

“Sekarang kami sudah memiliki 8 kategori produk, dengan 2 produk unggulan yaitu nursing scarf, baby rinsling (gendongan bayi). Kami juga ada aksesoris bayi seperti celemek, mini scarf yang bisa kembaran untuk ibu dan anak, dan bandana serta kado lahiran sama koleksi premium batik yang menggunakan kain asli lokal buatan batik Indonesia yang kami kembangkan menjadi produk-produk Pink Petals,” paparnya bersemangat.

Baca juga :   Rumah Zakat & HSBC Indonesia Bangun 7 Titik Desa Berdaya

Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan sejumlah pelaku UKM. “Karena Pink Petals ini baru berdiri, jadi kami selalu terbuka untuk melakukan kerjasama dengan UKM lain. Melalui kolaborasi ini kami bisa saling memajukan bisnis secara bersama. Dalam artian, kalau memang kesempatannya ada kami amat sangat mau untuk kerja sama merangkul pelaku UKM lain,” ungkap Friska.

Liana mengaku bangga usaha yang mereka rintis dapat berkembang dengan cepat. “Cukup membanggakan ketika membuka usaha ini, hanya Rp 1 juta per orang, dan dalam setahun itu kami bisa mendapat 20 kali lipatnya. Bahkan, selama 6 bulan itu sudah 10 kali lipat. Dan sekarang hampir dua tahun masih sangat bagus sih,” klaim Liana sambil tersenyum.

Ditambahkan Friska, dalam satu bulan mereka bisa memproduksi 400 hingga 500 produk. “Dalam sebulan produk yang keluar itu ada yang konsinyasi, dalam artian, kirim barang dan sudah laku terjual dalam sebulan sekitar 200 sampai 300 item. Jadi omset per bulannya itu sekarang hampir Rp 50 juta,” kata Friska.

 

Friska Arfanty, Co-founder & Chief Operating Officer Pink Petals (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

 

Terus Inovasi

Meski terbilang sukses, Liana dan Friska tidak mau berhenti sampai di situ saja. Mereka menyadari sebagai pendatang baru di bisnis fashion parenting ini. Oleh karena itu, mereka mesti terus melakukan inovasi.

“Persaingan akan tetap selalu ada. Di sini kami dituntut harus inovatif dan selalu mengeluarkan produk baru. Dan bukan hanya menambah produk, tapi juga bagaimana membangun brand. Jadi kami harus pikirkan bagaimana kami menjual, di mana kami harus menjual. Jadi kami harus bergerak dan inovatif lagi untuk menghadapi persaingan itu, karena kalau kami diam saja ada 100 brand baru yang akan sama dengan kami. Kami berharap, ketika brand lain sudah mengikuti, kami sudah satu langkah ke depan lagi. Untuk itu, terus berusaha ke depannya: apa nih yang bisa kami lakukan lagi,” papar Friska.

“Kendalanya di jaman modern ini segala sesuatu bergerak dengan cepat. Jadi tantangan buat kami sendiri harus berinovasi, terus berkembang dan cepat. Jadi, begitu ada ide, langsung kami aplikasikan. Sebab, kalau nggak selang seminggu atau sebulan akan ada orang lain. Jadi harus terus mikirin apalagi yang baru,” sambung Liana.

Di sisi lain, mereka juga terus mengedukasi para pelanggannya. Terutama dalam penanganan produk saat dicuci. “Kadang-kadang customer tidak membaca dengan cermat. Misalnya, bagaimana cara pencucian dan lain-lain. Kemudian produk kami memakai ring kayu, kami pernah dapat komplain ring-nya patah. Kami bingung, karena selama ini tidak pernah seperti itu. Ternyata, harus kami tulis: harus dicuci dengan tangan, hand wash,” kata Friska.

Baca juga :   Shopee Pamerkan Produk UKM Di Smesco

Mereka juga menyadari bahwa teknologi telah membantu usaha mereka berkembang. Oleh karena itu, para founder Pink Petals menyadari perlu membuat tampilan website yang menarik dan memudahkan para pelanggan mereka. Untuk itu sejak awal mereka serius menggarap halaman web.

“Awalnya promosi produk Pink Petals hanya dilakukan dari Instagram berupa foto-foto. Ternyata promosi yang kami lakukan di sini, responnya cukup baik dari warganet. Dan, melihat perkembangan bisnisnya semakin bagus, akhirnya kami membuat web sendiri,” cerita Friska. “Kami selalu menekankan bahwa produk kami ini selalu update dan membawa nama Indonesia, karena produk kami memang buatan lokal dan jadi kebanggaan anak negeri,” tambah Liana.

 

===================================

Liana Dewi

  • Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Desember 1987
  • Pekerjaan                  : Co-founder & CMO Pink Petals
  • Pendidikan                 : S2 Master oF Commerce, Mark University Of Sdyney
  • Hobi                          : Dagang

Friska Arfanty

  • Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 2 Februari 1984
  • Pendidikan                 : S1 Design Interior Univ. Trisakti
  • Pekerjaan                  : Co-founder & COO Pink Petals
  • Hobi                          : Membaca

————-

  • Modal Awal               : Rp 1 juta per founder
  • Omset                      : Rp 50 juta per bulan
  • Jumlah karyawan      : 10 karyawan

Prestasi           :

  • Pemenang Ecomerce, Indonesia Website Award 2017
  • Pemenang Website Award 2017 dari PNP

==================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor: Stevy Widia