Senin, 16 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

6 Startup East Ventures Masuk Daftar Forbes Asia 100 to Watch 2024

27 Agustus 2024
in Headline
Reading Time: 3 mins read
ESQA

ESQA Co-Founders Cindy Angelina dan Kezia Trihatmanto. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Untuk edisi keempat ini, daftar Forbes Asia 100 to Watch menampilkan perusahaan-perusahaan kecil dan perusahaan startup di Asia Pasifik yang menarik perhatian para investor. Secara kolektif, perusahaan-perusahaan ini telah menarik lebih dari US$2 miliar total investasi hingga saat ini, dengan 83 di antaranya menggalang dana sejak awal 2023. Menariknya, 6 diantaranya adalah bagian dari East Ventures.

Daftar ini menyorot kisah pertumbuhan perusahaan yang stabil, menggarisbawahi bahwa kesuksesan bukanlah pencapaian dalam semalam. Gabungan dari 100 perusahaan yang beragam ini memiliki satu ciri yang sama: semangat inovatif yang kuat. Produk dan layanan mereka diantaranya sistem navigasi AI untuk eksplorasi ruang angkasa,terapi sel mutakhir hingga teknologi diagnostik perawatan kesehatan.

Ada juga perusahaan fintech yang memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum memiliki rekening bank dan untuk pengusaha ritel yang menggunakan saluran digital untuk menjangkau konsumen generasi baru. Perusahaan-perusahaan dari 16 negara dan wilayah terwakili dalam daftar tahun ini, yang beroperasi di total 10 industri, seperti teknologi perusahaan dan robotika, keuangan, serta manufaktur dan energi.

Partner East Ventures Melisa Irene mengatakan, pengakuan ini merupakan bukti dari inovasi, dedikasi, dan kerja keras yang luar biasa yang ditunjukkan oleh para tim startup.

“Kami selalu percaya untuk memberdayakan para founder yang visioner dan berusaha untuk memberikan dampak yang berarti di industri masing-masing, dan pengakuan ini menggarisbawahi kontribusi mereka yang signifikan. Kami berharap dapat melanjutkan dukungan dan kolaborasi kami dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dalam skala global,” kata Melisa yang dikutip Selasa (27/8/2024).

Baca juga :   10 Startup Lulus BCA SYNRGY Accelerator Batch 3

Dalam daftar tersebut India, yang merupakan salah satu pusat perusahaan rintisan, memiliki kehadiran terbesar tahun ini dengan 20 perusahaan. Diikuti oleh Singapura dengan 15 perusahaan,Tiongkok daratan dengan 10 perusahaan, Jepang dengan 9 perusahaan, dan Indonesia dengan 8 perusahaan.

Dari daftar tersebut ada enam startup yang berada di bawah ekosistem East Ventures. Pertama adalah ESQA Cosmetics, yang didirikan Cindy Angelina dan Kezia Trihatmanto sebagai merek kosmetik vegan pertama di Indonesia. Perusahaan rintisan kecantikan ini telah berekspansi ke Vietnam dan Singapura dan mengincar pasar Asia Tenggara lainnya. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan pendanaan seri A senilai US$6 juta pada tahun 2022 dengan partisipasi East Ventures. ESQA mengatakan bahwa perusahaan ini telah menghasilkan keuntungan setelah hanya dua tahun beroperasi.

Kedua adalah Gravel, perusahaan yang berbasis di Jakarta dan menawarkan layanan untuk memudahkan masyarakat dalam mencari pekerja konstruksi baik secara harian maupun per proyek. Perusahaan ini juga menawarkan layanan pemeliharaan dan menjual bahan bangunan. Saat ini Gravel telah membantu 6.000 proyek di 20 provinsi di Indonesia dan memiliki sekitar 1,7 juta pekerja konstruksi yang terdaftar di platformnya. Perusahaan ini telah mengumpulkan total pendanaan sebesar US$14 juta dari investor, termasuk salah satunya East Ventures.

Baca juga :   Xendit Ekspansi Bisnis Ke Filipina, Targetkan Digitalisasi Pebisnis Kecil dan Startup

Ketiga adalah Lista, aplikasi yang membantu individu dan usaha kecil di Filipina untuk mengelola keuangan mereka. Alat analisisnya melacak kebiasaan pengeluaran dan arus kas lalu pengguna akan diberi tahu mengenai tagihan yang akan datang. Lista telah mengumpulkan lebih dari US$5 juta dalam pendanaan dan saat iniaplikasinya telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali. Lista mendapatkan 75% pendapatannya dari penjualan skor kredit kepada konsumen dan sisanya berasal dari biaya rujukan dari lembaga keuangan.

Lalu McEasy, startup yang membantu perusahaan memonitor armada transportasi mereka dengan perangkat lunak dan alat bantu lainnya seperti kamera, GPS, dan sensor. Pelanggannya termasuk perusahaan minyak dan gas milik negara, Pertamina, dan perusahaan logistik yang berbasis di Jakarta, JNE. Pada bulan Juni, McEasy memperoleh pendanaan seri A+ dengan partisipasi dari East Ventures, menyusul pendanaan seri A sebelumnya sebesar US$6,5 juta yang dipimpin East Ventures pada tahun 2022, sehingga total pendanaan seri A menjadi US$11 juta.

Kelima adalah Mesh Bio yang menciptakan teknologi replika digital (digital twin technology)—atau “kembaran”—dari tubuh pasien untuk mendapatkan pengetahuan mengenai potensi berbagai perawatan dan terapi untuk penyakit kronis. Mesh Bio bekerja sama dengan rumah sakit di Singapura untuk memprediksi risiko pasien yang mengalami kerusakan ginjal akibat diabetes tipe 2. Pada bulan Januari, perusahaan mengumpulkan US$3,5 juta dalam pendanaan seri A dari investor yang dipimpin oleh East Ventures.

Baca juga :   FaoTech, Startup Indonesia Yang Tembus Pasar IT Rusia

Terakhir adalah SaladStop Group, yang didirikan pasangan Daniel dan Adrien Desbaillets pada tahun 2009. Mereka menawarkan berbagai produk makanan sehat: SaladStop!, Heybo, Wooshi, dan layanan katering FreshKitchen. Saat ini, perusahaan beroperasi di Singapura, Hong Kong, Indonesia, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, dengan lebih dari 800 karyawan dan 75 gerai. Pada tahun 2021, SaladStop berhasil mengumpulkan S$12 juta (US$9 juta) dalam putaran investasi seri B yang diikuti oleh East Ventures.

Selain keenam startup ini, daftar startup East Ventures yang masuk dalam daftar Forbes Asia 100 to Watch tahun sebelumnya adalah Chickin Indonesia, Cosmart (Indonesia), Fresh Factory (Indonesia), Gokomodo (Indonesia), TipTip (Indonesia), Xurya (Indonesia), Alami Hijra (Indonesia), Desty (Indonesia), Homage (Singapura), Intellect (Singapura), Inteluck (Filipina), LUUP (Jepang), Novelship (Singapura), Qapita (Singapura), The Parentinc (Singapura).

East Ventures sebagai perusahaan venture capital (VC) yang terbuka pada seluruh sektor (sector-agnostic) dan pelopor investasi startup Indonesia menyediakan investasi tahap awal hingga tahap lanjutan untuk lebih dari 300 perusahaan teknologi di Asia Tenggara.

 

STEVY WIDIA

 

Tags: East VenturesForbes Asia 100 to watchstartup
Previous Post

Yayasan BUMN Suntik Dana Hingga Rp 3 Miliar Bagi 20 Inovator

Next Post

BCA Ajak Generasi Muda Unjuk Gigi Hadapi Era Digital

Related Posts

Living Lab Ventures
STARTUP

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
0
Kopi Kenangan
STARTUP

Raup Laba US$17 Juta, Kopi Kenangan Siap Meluncur Ke Bursa

9 Februari 2026
0
CES 2026 Innovation Awards
STARTUP

Startup Binaan Samsung C-Lab Raih 17 Penghargaan CES 2026 Innovation Awards

13 Januari 2026
0
Load More
Next Post
BCA Case Competition

BCA Ajak Generasi Muda Unjuk Gigi Hadapi Era Digital

proyek Amonia Hijau

Jepang Sumbang US$25 Juta untuk Proyek Amonia Hijau di Indonesia

AWS Hadirkan Platfrom Untuk Mengembangkan Aplikasi GenAI

AWS Hadirkan Platfrom Untuk Mengembangkan Aplikasi GenAI

Discussion about this post

Recent Updates

Bank Saqu

Perkuat Basis Nasabah, Bank Saqu Bangun Engagement Lewat Komunitas Lari dan Sepeda

14 Februari 2026
Fast Charging Station Dharma Polimetal

Dukung Transisi Energi, Dharma Polimetal Kembangkan Fast Charging Station Lokal

14 Februari 2026
Sisternet

Sisternet Jadi Ekosistem Pendukung Pemberdayaan Perempuan

14 Februari 2026
Indomie

Pikat Gen Z, Indomie Hadirkan Inovasi Berdasarkan Tren Kuliner Lokal Yang Viral

14 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Bank Saqu

Perkuat Basis Nasabah, Bank Saqu Bangun Engagement Lewat Komunitas Lari dan Sepeda

14 Februari 2026
Fast Charging Station Dharma Polimetal

Dukung Transisi Energi, Dharma Polimetal Kembangkan Fast Charging Station Lokal

14 Februari 2026
Sisternet

Sisternet Jadi Ekosistem Pendukung Pemberdayaan Perempuan

14 Februari 2026
Indomie

Pikat Gen Z, Indomie Hadirkan Inovasi Berdasarkan Tren Kuliner Lokal Yang Viral

14 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version